Kabayan News Kabayan News
/home / nasional / Jejak Arsitektur Eropa di Balik...
NASIONAL

Jejak Arsitektur Eropa di Balik Kemegahan Pura Mangkunegaran

By Redaksi Kabayan News • 2 min read • 9 Agustus 2026
Kompleks bangunan utama Pura Mangkunegaran di Surakarta

Kompleks bangunan utama Pura Mangkunegaran di Surakarta

Pura Mangkunegaran di Surakarta memancarkan pesona sejarah yang kuat lewat perpaduan unik antara gaya arsitektur tradisional Jawa dan sentuhan klasik Eropa. Istana resmi Kadipaten Mangkunegaran ini menjadi tempat kediaman para adipati yang bertahta sejak Mangkunegara I hingga Mangkunegara X.

Bangunan asli istana ini mulanya merupakan kediaman Patih Sindureja dari Kesunanan Surakarta. Setelah Perjanjian Salatiga pada tahun 1757, bangunan tersebut diserahkan kepada Mangkunegara I atau Raden Mas Said, yang kemudian dibangun serta diperbesar dengan mengikuti model keraton.

Secara arsitektur, kompleks bangunan ini memiliki bagian yang menyerupai keraton pada umumnya, seperti pamédan, pendhapa, pringgitan, dalem, hingga keputrèn. Seluruh kompleks dikelilingi oleh tembok kokoh dengan bagian pamédan yang diberi pagar besi.

Pura Mangkunegaran dibangun dengan menggabungkan arsitektur Jawa dan gaya Empire, yakni gaya arsitektur asal Prancis yang berkembang pada abad ke-18 hingga abad ke-19. Pengaruh Eropa ini terlihat jelas pada struktur bangunan istana.

Sentuhan Gaya Empire Prancis dan Filosofi Ruang Jawa

Surakarta

Pengaruh arsitektur Eropa pada Pura Mangkunegaran tampak melalui adanya gable dan dormer pada seluruh bangunan istana. Selain itu, penggunaan tiang besi bergaya kolonial serta ornamen hias seperti relief malaikat dan kaca patri semakin memperkuat nuansa Eropa.

Di sisi lain, karakteristik arsitektur Jawa tetap dipertahankan secara kuat melalui bentuk atap, tiang saka, dan ragam hias tradisional. Konsep aling-aling serta kosmologi Jawa juga diterapkan dalam penataan fisik istana untuk mencerminkan nilai budaya yang luhur.

Pendhapa Ageng yang berukuran 3.500 meter persegi menjadi salah satu daya tarik utama karena mampu menampung ribuan orang tanpa menggunakan paku pada tiang-tiang penyangganya. Warna kuning dan hijau yang mendominasi pendopo merupakan warna paré anom khas keluarga Mangkunegaran.

Lingkungan Pura Mangkunegaran kini juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas modern hasil revitalisasi, seperti taman Pracima Tuin dan Perpustakaan Rekso Pustoko. Berbagai fasilitas tersebut membuat kompleks istana tetap relevan sebagai pusat budaya dan sejarah.

Topics
pura mangkunegaran surakarta arsitektur sejarah budaya jawa mangkunegara wisata solo pracima tuin
Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi Kabayan News adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terlengkap. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas.