Ratusan warga Desa Alastlogo, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur menggelar aksi demonstrasi di depan Markas Komando Latihan Marinir (Makolatmar) TNI Angkatan Laut. Aksi warga tersebut dipicu oleh rasa resah dan takut akibat seringnya peluru nyasar yang mengenai pemukiman warga saat latihan tempur berlangsung.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Aksi protes yang dilakukan di jalan raya pantura Pasuruan-Probolinggo ini menyebabkan arus lalu lintas lumpuh total. Warga memadati seluruh badan jalan hingga kendaraan dari kedua arah tidak dapat melintas. Sebagian pengemudi terpaksa mengalihkan kendaraannya masuk ke jalur tol guna menghindari kemacetan panjang.
Sekretaris Desa Alastlogo sekaligus koordinator aksi, Sugianto, menegaskan bahwa aksi spontanitas ini terjadi karena warga sudah sangat resah dengan ancaman keselamatan jiwa mereka. Ia mengungkapkan bahwa selama seminggu terakhir aktivitas latihan tempur yang lokasinya tidak jauh dari pemukiman warga kerap memicu insiden peluru nyasar hingga menembus atap rumah.
"Memang sampai sekarang belum ada korban. Tapi warga takut jangan sampai terulang kejadian Alastlogo jilid II," ujar Sugianto di lokasi aksi.
Sugianto menambahkan bahwa keselamatan sanak keluarganya dan warga sekitar kini terancam akibat aktivitas militer tersebut. Warga menuntut agar seluruh kegiatan latihan tempur di kawasan tersebut segera dihentikan sebelum menelan korban jiwa.
"Bahkan keponakan saya sendiri hampir saja kena. Masa sampai menunggu ada warga yang meninggal. Kami minta segera dihentikan latihan tempur," tambahnya.
Hingga aksi berlangsung, warga terus memadati lokasi sambil menunggu perwakilan dari pihak Kolatmar TNI AL untuk menemui dan mendengarkan tuntutan mereka secara langsung. Sementara itu, kemacetan lalu lintas di jalur utama pantura Pasuruan masih mengular parah.