Profil Huma Betang mencerminkan falsafah hidup masyarakat Dayak Ngaju yang berakar dari tradisi rumah panjang sebagai pusat kehidupan sosial mereka di Kalimantan Tengah.
Lebih dari sekadar bangunan fisik, Huma Betang menggambarkan nilai kebersamaan, kesetaraan, dan harmoni, sehingga simbol kerukunan dari rumah panjang ini diabadikan sebagai nama gedung Wakil Presiden di IKN dengan nama Huma Betang Umai.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMasyarakat tinggal dalam satu rumah besar dan harus mampu menjaga kerukunan meskipun berasal dari latar belakang suku, kelompok, keluarga, atau kebiasaan berbeda.
Prinsip utama yang dipegang teguh adalah perbedaan bukanlah alasan untuk berkonflik, melainkan kekayaan perlu dirawat bersama lewat sikap tenggang rasa.
Arsitektur Khas dan Fakta Unik Rumah Betang
Huma Betang umumnya berbentuk panggung dengan ketinggian tiga sampai lima meter dari permukaan tanah, menggunakan bahan kayu ulin yang kuat, berwarna gelap, tidak mudah lapuk, serta tahan air.
Fakta unik lain dari bangunan ini adalah jumlah anak tangga yang selalu ganjil, memiliki makna agar penghuni rumah mudah mendapatkan rezeki dan dijauhkan dari mara bahaya.
Bagian depan rumah terdapat patung berbentuk manusia atau sapundu yang diukir dengan ukiran khas suku Dayak Ngaju untuk mengikat hewan ternak saat upacara adat Tiwah.
Konsep rumah panjang ini memiliki ukuran lebih dari 100 meter dengan banyak pintu sebagai tanda masing-masing kepala keluarga yang tinggal di dalamnya.