Keraton Kasepuhan berdiri di Kelurahan Kesepuhan, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, sebagai kompleks istana bersejarah yang dikelilingi tembok bata merah kokoh. Bangunan ini dulunya bernama Keraton Pakungwati dan pernah menjadi pusat pemerintahan Kasultanan Cirebon sebelum berkembang menjadi salah satu ikon budaya terkemuka.
Kompleks istana ini menyimpan museum lengkap dengan koleksi benda pusaka serta lukisan kerajaan, termasuk kereta Singa Barong milik Sunan Gunung Jati. Kereta kencana tersebut kini disimpan khusus dan hanya dikeluarkan setiap tanggal 1 Syawal untuk dimandikan sebagai tradisi turun-temurun.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeTata letak keraton menghadap ke utara dengan keberadaan alun-alun di bagian depan, masjid di sisi barat, serta pasar di sisi timur. Pola tata letak kawasan pesisir ini kemudian banyak menginspirasi pembangunan pusat pemerintahan kabupaten dan kota lain di Pulau Jawa.
Sejarah berdirinya keraton ini melibatkan tokoh penting seperti Pangeran Cakrabuana dan Pangeran Mas Zainul Arifin pada abad ke-15 hingga ke-16. Nama keraton sendiri diabadikan dari Ratu Dewi Pakungwati yang menikah dengan Sunan Gunung Jati dan wafat di Masjid Agung Sang Cipta Rasa.
Arsitektur Khas dan Kompleks Siti Inggil
Bagian dalam kompleks keraton menampilkan berbagai bangunan penunjang bersejarah, seperti Pancaratna dan Pancaniti yang dahulu berfungsi sebagai tempat menghadap pembesar serta latihan prajurit. Arsitektur bangunan ini memadukan struktur kayu tradisional dengan detail ornamen yang kaya makna filosofis.
Salah satu bagian paling ikonik di kompleks ini adalah Siti Inggil atau tanah tinggi yang didirikan pada tahun 1529 M. Kompleks ini memiliki gapura megah bergeser gaya Majapahit serta bangunan tanpa dinding yang mencerminkan kebudayaan masa lalu.
Selain itu, terdapat pula bangunan Langgar Agung yang berfungsi sebagai tempat ibadah bagi keluarga kerabat keraton beserta pos bedug Samogiri di depannya. Seluruh area utama keraton dirancang dengan detail arsitektur matang guna mendukung fungsi pemerintahan kesultanan pada masanya.
Sebagai bagian penting dari warisan bangsa, Keraton Kasepuhan kini ditetapkan sebagai objek vital yang dilindungi oleh negara dan kepolisian setempat. Keberadaannya terus dijaga ketat agar kelestarian cagar budaya ini tetap terjaga bagi wisatawan maupun generasi mendatang.