Istana Kerajaan Gunung Sahilan terletak di Dusun Koto Dalam, Desa Sahilan Darussalam, Kecamatan Gunung Sahilan, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Bangunan bersejarah ini menjadi salah satu bukti kejayaan masyarakat Kampar Kiri pada masa lampau.
Kerajaan Gunung Sahilan diperkirakan berdiri pada abad ke-17 dan berakhir pada tahun 1946. Selama masa berdirinya kurang lebih 300 tahun, pemerintahan kerajaan dipimpin oleh sembilan orang raja atau sultan serta satu orang putra mahkota.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeBerdirinya Kerajaan Gunung Sahilan berkaitan erat dengan pengaruh Kerajaan Pagaruyung yang didirikan oleh Adityawarman. Para penguasa di kerajaan ini merupakan keturunan langsung atau Raja Muda dari Kerajaan Pagaruyung.
Setelah runtuhnya Kerajaan Pagaruyung akibat Perang Padri pada awal abad ke-18 Masehi, Kerajaan Gunung Sahilan berdiri sebagai kerajaan berdaulat. Sistem adat istiadatnya memadukan tradisi Pagaruyung dengan nilai-nilai ajaran Islam.
Arsitektur Khas Melayu dan Benda Peninggalan Sejarah
Arsitektur bangunan Istana Kerajaan Gunung Sahilan didominasi oleh bahan kayu dengan ciri khas Melayu yang kuat pada tata ruang serta ornamennya. Bangunan utama berbentuk semi panggung dengan atap limas dan tiga kubah.
Bagian dalam istana memiliki ventilasi berukir kaligrafi serta hiasan bermotif bunga pada area kamar tidur. Dahulu, bangunan ini terdiri dari tiga tingkat dan kini difungsikan sebagai lokasi musyawarah adat serta pesta rakyat.
Di dalam kompleks istana tersimpan berbagai koleksi benda peninggalan bersejarah. Barang-barang tersebut meliputi meriam kecil atau lelo, kendi, gong hitam, tombak, pedang, payung kerajaan, guci, tempat tidur kuno, serta koleksi foto lama.
Pada tahun 2014, istana ini menjalani proses renovasi total akibat kerusakan fisik yang parah. Pemugaran dilakukan dengan prinsip konservasi cagar budaya tanpa mengubah bentuk asli bangunan bersejarah tersebut.