Kerajaan Kutai Martapura merupakan kerajaan bercorak Hindu di Nusantara yang memiliki bukti sejarah tertua berupa prasasti yupa dan berdiri sekitar abad ke-4 Masehi. Pusat pemerintahan kerajaan ini terletak di Muara Kaman, sebuah kecamatan di Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur.
Nama Kutai diberikan oleh para ahli berdasarkan tempat ditemukannya prasasti yupa, sementara nama resmi kerajaan tidak disebutkan dalam prasasti tersebut. Informasi mengenai nama Martapura diperoleh dari kitab Salasilah Raja dalam Negeri Kutai Kertanegara yang mencatat penyerangan pasukan Kerajaan Kutai Kartanegara.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSumber primer sejarah kerajaan ini berasal dari tujuh prasasti yupa yang ditemukan di Bukit Brubus, Muara Kaman, dalam dua tahap penemuan berbeda. Penemuan tahap pertama terjadi pada tahun 1879 sebanyak empat prasasti, disusul tiga prasasti lainnya pada tahun 1940.
Nama Kutai sebenarnya merujuk pada kerajaan yang relatif lebih baru di hilir Sungai Mahakam, yakni Kutai Kartanegara. Kerajaan Kutai Kertanegara kemudian menginvasi wilayah Muara Kaman pada tahun 1635 yang saat itu dikenal sebagai pusat pemerintahan dinasti Mulawarman.
Masa Kejayaan di Bawah Kepemimpinan Raja Mulawarman
Raja Mulawarman memimpin Kerajaan Martapura mencapai puncak kejayaan dengan prestasi gemilang dalam bidang ekonomi dan keagamaan. Berdasarkan prasasti yupa, Mulawarman dikenal sebagai penguasa berbudi pekerti baik serta kuat.
Selama masa pemerintahannya, Raja Mulawarman pernah menyelenggarakan upacara persembahan 20.000 ekor lembu untuk kaum Brahmana di Waprakecvara. Waprakecvara merupakan tempat suci yang mencerminkan sinkretisme antara kebudayaan Hindu dengan kebudayaan lokal.
Selain itu, Mulawarman juga melaksanakan upacara penyucian diri Vratyastoma untuk masuk ke dalam kasta Ksatria. Kehidupan ekonomi kerajaan berkembang sangat pesat berkat sektor pertanian dan perdagangan karena letaknya strategis.
Kekuasaan dinasti Mulawarman akhirnya berakhir pada tahun 1635 setelah mengalami kekalahan dalam konflik bersenjata melawan Kerajaan Kutai Kartanegara. Maharaja Dermasatia gugur dalam pertempuran tersebut dan wilayah Martapura kemudian dianeksasi oleh Kutai Kartanegara.