Puri Agung Pemecutan berdiri megah di Jalan Thamrin, Kota Denpasar, sebagai salah satu keraton kerajaan di Bali yang masih bertahan hingga saat ini. Puri bersejarah tersebut merupakan bagian penting dari Kerajaan Badung bersama Puri Agung Denpasar dan Puri Agung Kesiman.
Bangunan keraton ini diperkirakan mulai dibangun oleh Kyai Gede Raka atau Kyai Jambe Pole yang menjabat sebagai raja Pemecutan I sekitar tahun 1660 Masehi. Kyai Jambe Pole sendiri merupakan putra dari Arya Notor Wandira yang merupakan cucu dari Arya Kenceng.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeKisah berdirinya puri ini bermula dari perjalanan spiritual Kyai Gede Raka yang melakukan tapa ke Gunung Batur. Di tempat tersebut, beliau mendapatkan anugerah dan petunjuk untuk membangun pusat pemerintahan di wilayah Badung.
Nama Pemecutan diambil dari kata pecut atau cambuk yang merupakan salah satu senjata anugerah gaib yang diperoleh dari Bhatari Danu. Dari sinilah cikal bakal kekuasaan kerajaan di wilayah tersebut bermula di bawah pimpinan sang raja pertama.
Saksi Bisu Perang Puputan Badung Melawan Belanda
Puri Agung Pemecutan tidak hanya bernilai arsitektural dan historis tinggi, tetapi juga menjadi saksi bisu perlawanan gigih rakyat Bali terhadap kolonialisme. Keraton ini turut ambil bagian dalam peristiwa bersejarah Perang Puputan Badung.
Konflik bersenjata tersebut meletus pada tanggal 20 September 1906 ketika pasukan kolonial Belanda melakukan agresi militer besar-besaran. Puri Pemecutan berfungsi sebagai benteng pertahanan terakhir Kerajaan Badung setelah wilayah lain jatuh.
Dalam pertempuran habis-habisan tersebut, Raja Pemecutan saat itu yakni I Gusti Ngurah Gede Pemecutan bersama para pengikut dan rakyat setia gugur di medan laga. Peristiwa tragis ini menandai runtuhnya kedaulatan Kerajaan Badung.
Gugurnya sang raja beserta seluruh pasukannya membuat pemerintah Hindia Belanda berhasil menguasai sepenuhnya wilayah Badung. Kendati demikian, warisan sejarah dan budaya Puri Agung Pemecutan tetap abadi hingga kini.