Perhelatan kebudayaan tahunan Sangerday Fest 2026 bersiap menyapa masyarakat dengan menghadirkan rangkaian pra-acara yang meriah. Berdasarkan laporan media, kegiatan pembuka ini dijadwalkan berlangsung di Museum Tsunami Aceh pada 11-12 September mendatang.
Agenda tersebut berfungsi sebagai panggung pembuka menuju puncak peringatan Hari Sanger atau Sanger Day yang rutin dirayakan setiap tanggal 12 Oktober sejak pertama kali diinisiasi pada tahun 2014 silam.
Sebagaimana diwartakan, penyelenggaraan Sangerday Fest 2026 berhasil lolos seleksi sebagai penerima Program Dana Hibah Kebudayaan Kategori Pendayagunaan Ruang Publik dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia Tahun 2025. Fasilitasi ini disalurkan melalui sinergi Dana Indonesiaraya yang dikelola bersama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) sebagai bentuk dukungan negara terhadap pemajuan kebudayaan lokal.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSecara sosiokultural, kopi sanger merepresentasikan nilai kebersamaan dan solidaritas sosial melalui konsep "Sama-Sama Ngerti", sebuah norma interaksi yang lahir pada era 1990-an di kalangan mahasiswa dan pelaku usaha warung kopi lokal di Aceh.
Menurut keterangan panitia penyelenggara, Nasrul, pemilihan Museum Tsunami Aceh sebagai lokasi kegiatan memiliki tujuan khusus untuk mengoptimalkan fungsi monumen sejarah tersebut menjadi ruang publik yang dinamis. "Pemilihan Museum Tsunami Aceh sebagai lokasi kegiatan bertujuan mengoptimalkan fungsi monumen sejarah menjadi third space yang dinamis, memadukan memori kolektif resiliensi bencana dengan ekspresi kebudayaan urban generasi muda," ujar Nasrul.
Selama dua hari pelaksanaan, acara ini akan menghadirkan berbagai agenda menarik mulai dari workshop, creative market expo, pertunjukan budaya urban, hingga seni mural. Seluruh rangkaian pra-acara ini dapat dihadiri oleh masyarakat umum secara gratis untuk mewujudkan ruang kebudayaan yang inklusif.