Mantan pengacara pribadi Presiden Donald Trump, Todd Blanche, resmi dikonfirmasi sebagai Jaksa Agung Amerika Serikat lewat perolehan suara tipis 50-49 di Senat. Hasil voting ini sekaligus mengakhiri ketegangan panjang antara kubu Partai Republik di Senat dan pemerintahan Trump terkait pencalonan pejabat penegak hukum tertinggi negara tersebut.
Kemenangan penunjukan ini dipastikan setelah Senator Bill Cassidy memberikan suara penentu, sebuah keputusan krusial di Washington mengingat rekam jejak hubungan politiknya dengan Donald Trump. Sejumlah politisi Republik seperti Susan Collins dan Lisa Murkowski sebelumnya memilih bergabung dengan kubu Demokrat untuk menolak pencalonan tersebut akibat kekhawatiran politisasi lembaga peradilan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe"Saya merasa sangat terhormat atas kepercayaan dan keyakinan yang diberikan oleh Presiden Trump kepada saya," ungkap Todd Blanche usai pengumuman hasil voting tersebut. Di sisi lain, kritikus dari partai oposisi mengecam pengangkatan itu karena dinilai memberi celah bagi kelanjutan konflik kepentingan di tubuh pemerintahan.
Sebelumnya, jalan panjang pencalonan Blanche sempat tersendat akibat kontroversi pembentukan dana anti-penindasan senilai $1,8 miliar serta penanganan dokumen kasus Jeffrey Epstein. Meski demikian, komitmen Blanche untuk menarik kembali rencana kontroversial tersebut selama sidang dengar pendapat berhasil melunakkan sebagian besar keraguan di internal partainya.
Dari pengamatan redaksi Kabayan News, terpilihnya Blanche memperkuat kendali lingkaran dekat kepemimpinan Gedung Putih atas institusi hukum federal. Sementara itu, kubu Republik menyambut antusias hasil sidang dengan memuji ketekunan serta rekam jejak profesional sang pejabat baru selama masa transisi.