Kabayan News Kabayan News
/home / nasional / Tradisi Saparan Bekakak...
NASIONAL

Tradisi Saparan Bekakak Ambarketawang 2026 Pikat Warga Sleman

Suasana kemeriahan Kirab Saparan Bekakak Ambarketawang 2026 di Sleman Yogyakarta

Suasana kemeriahan Kirab Saparan Bekakak Ambarketawang 2026 di Sleman Yogyakarta

Tradisi tahunan Saparan Bekakak Ambarketawang 2026 kembali digelar dan mendapatkan sambutan serta antusiasme yang sangat positif dari masyarakat luas. Rangkaian acara adat yang adiluhung ini berlangsung meriah dengan menampilkan berbagai potensi seni dan budaya khas setempat.

Berdasarkan keterangan dari Kepala Desa Kalurahan Ambarketawang, Sumaryanto, rangkaian kegiatan Saparan Bekakak tahun ini dimulai dengan pagelaran wayang kulit, gelar macapat, serta kirab malam midodareni pada Kamis, 16 Juli 2026. Acara kemudian dilanjutkan dengan puncak ritual berupa Kirab Saparan Bekakak yang dilaksanakan pada Jumat, 17 Juli 2026.

"Antusias masyarakat dan peserta dari setiap pedukuhan begitu sangat luar biasa," ucap Sumaryanto saat ditemui di sela-sela kegiatan Kirab Saparan Bekakak.

Dari pantauan redaksi di lokasi, sekitar pukul 13.00 WIB sejumlah warga mulai dari anak-anak hingga orang tua tampak silih berganti berdatangan di lapangan Ambarketawang. Berdasarkan pengamatan tim redaksi, mereka sangat antusias menyaksikan jalannya acara dan mengabadikan momen bersama sejumlah ogoh-ogoh yang dipersiapkan untuk kirab.

Masyarakat juga terlihat memadati area sekitar Kalurahan dan Lapangan Ambarketawang demi menyaksikan kirab tradisi tahunan tersebut. Berdasarkan pengamatan di lapangan, lautan manusia juga memadati rute kirab mulai dari Jalan Wates KM 5, Jalan Brawijaya (Ring Road Selatan), hingga kawasan Gunung Gamping untuk menyaksikan arak-arakan.

Menurut Sumaryanto, pihak panitia telah mempersiapkan gelaran besar ini sekitar 3 hingga 4 bulan demi memastikan kelancaran acara. Persiapan matang tersebut termasuk melakukan rekayasa arus lalu lintas di jalur-jalur yang berpotensi menimbulkan kemacetan total. Ia berharap kegiatan ini dapat terus membangun kebersamaan, gotong royong, sekaligus menjadi wadah pelestarian warisan budaya.

"Harapannya bisa terbangun persatuan kesatuan, kegotongroyongan, kekompakan sehingga ini bisa untuk membangun kelurahan dengan nilai-nilai gotong royong yang adiluhung," ucap Sumaryanto menambahkan.

Sementara itu, salah satu warga yang hadir, Ari, mengaku sengaja datang langsung demi menyaksikan jalannya kirab budaya tersebut. Menurutnya, event kebudayaan yang dilaksanakan setahun sekali seperti ini harus terus dijaga kelestariannya agar tidak punah ditelan zaman.

"Selagi masih mampu, masih bernafas pokoknya ikuti acara-acara kebudayaan di Jogja," ujar Ari penuh semangat saat ditemui oleh tim redaksi di lokasi acara.

Berdasarkan catatan sejarah, Saparan Bekakak sendiri merupakan upacara adat ritual yang dilakukan setiap tahun, tepatnya pada hari Jumat di bulan Sapar sesuai kalender Jawa. Tradisi luhur yang sudah berlangsung sejak tahun 1756 ini bermula pada masa pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwono I.

Upacara ini digelar untuk memperingati sekaligus mendoakan keselamatan abdi dalem kesayangan Sultan, yaitu Ki Wirosuto dan Nyi Wirosuto, yang gugur akibat tertimpa longsoran batu di Gunung Gamping pada masa lampau.

Puncak acara Saparan Bekakak Ambarketawang diisi dengan kirab budaya dan ritual penyembelihan sepasang boneka pengantin yang terbuat dari tepung ketan. Boneka tersebut diisi cairan merah dari sirup gula jawa sebagai simbol pengganti tumbal. Sepasang pengantin ketan ini diarak meriah dari lapangan Ambarketawang sebelum akhirnya disembelih di petilasan Gunung Gamping.

// TOPICS
#saparan_bekakak #ambarketawang #sleman #yogyakarta #kirab_budaya #tradisi_jawa #kearifan_lokal
Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi Kabayan News adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terlengkap. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas.