Ketegangan level tinggi tengah melanda sepak bola internasional setelah UEFA dan 55 negara anggotanya secara bulat menyatakan siap memboikot Piala Dunia. Ancaman serius ini dilayangkan sebagai bentuk penolakan telak terhadap rencana kontroversial yang diinisiasi oleh Presiden FIFA Gianni Infantino terkait penjualan kepemilikan kompetisi kepada investor swasta.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Rencana tersebut mencuat setelah Infantino dikabarkan mendekati 211 asosiasi anggota FIFA dengan iming-iming dana segar senilai 40 juta dolar Amerika Serikat bagi pihak yang bersedia memberikan dukungan. Sejumlah konfederasi seperti dari Afrika diprediksi bakal menyetujui langkah tersebut, namun kubu Eropa bereaksi keras dengan menggelar rapat darurat yang dipimpin langsung oleh Presiden UEFA Aleksander Ceferin.
Dalam pernyataan resmi yang dirilis usai rapat darurat, UEFA mengecam keras langkah sepihak FIFA yang dinilai mengabaikan nilai historis turnamen sepak bola terakbar di bumi. "Piala Dunia tidak boleh diperlakukan sebagai produk investasi dan selamanya tidak untuk dijual," tulis pernyataan tegas dari pihak UEFA merespons manuver kontroversial tersebut.
Pihak UEFA menilai bahwa keterlibatan investor swasta bakal mengubah jalannya sepak bola secara permanen karena orientasi kompetisi akan bergeser demi memburu keuntungan finansial semata. Oleh karena itu, seluruh tim nasional di bawah naungan UEFA dipastikan bakal menarik diri dari berbagai ajang resmi FIFA jika otoritas tertinggi sepak bola dunia itu tidak segera membatalkan rencana tersebut secara total.