Turnamen akbar Piala Dunia 2026 kini telah mendekati partai puncak. Sementara dua negara bersiap untuk bertarung demi mengangkat trofi emas yang ikonik, persaingan sengit lain juga sedang berlangsung di luar lapangan. Para pesepak bola top dunia kini tengah bersaing memperebutkan berbagai penghargaan individu dan tim yang sangat bergengsi.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →FIFA akan memberikan penghargaan tersebut berdasarkan performa luar biasa, momen ikonik, hingga kedisiplinan tim selama turnamen berlangsung. Pemain dari tim yang melangkah paling jauh biasanya menjadi kandidat kuat, meskipun beberapa kategori penghargaan sudah mulai ditentukan sebelum peluit kick-off pertandingan final dibunyikan.
Untuk penghargaan Golden Boot atau Sepatu Emas, FIFA akan memberikannya kepada pencetak gol terbanyak sepanjang turnamen. Jika ada dua pemain dengan jumlah gol yang sama, penentu kemenangan akan bergeser pada jumlah assist terbanyak. Apabila masih berimbang, penghargaan akan jatuh ke tangan pemain yang mengemas gol dan assist dalam menit bermain paling sedikit.
Sementara itu, perebutan trofi Golden Ball untuk pemain terbaik turnamen juga diprediksi berlangsung ketat. Daftar kandidat disusun oleh kelompok studi teknis FIFA dan akan dipilih oleh media terakreditasi. Menariknya, sejak diperkenalkan pada tahun 1978, penghargaan ini kerap jatuh ke tangan pemain yang timnya gagal menjuarai turnamen, seperti Zinedine Zidane pada 2006, Lionel Messi pada 2014, serta Luka Modric pada 2018.
Lionel Messi sendiri tercatat sebagai satu-satunya pemain yang sukses menyabet gelar bergengsi Golden Ball sebanyak dua kali. Untuk edisi kali ini, beberapa nama besar masuk dalam radar favorit, di antaranya duet andalan timnas Inggris, Harry Kane dan Jude Bellingham, mesin gol Norwegia Erling Haaland, hingga kiper sensasional Tanjung Verde, Vozinha.
Sektor penjaga gawang juga memperebutkan trofi Golden Glove yang menilai dampak permainan, penyelamatan krusial, hingga jumlah clean sheet. Kiper Tanjung Verde, Vozinha, menjadi salah satu sorotan utama setelah aksi memukaunya viral di media sosial. Selain Vozinha, ada nama Orlando Gill (Uruguay), Diogo Costa (Portugal), Gregor Kobel (Swiss), Yassine Bounou (Maroko), dan Mostafa Shobeir (Mesir).
Di kategori pemain muda terbaik atau Young Player award yang dikhususkan untuk pemain di bawah usia 21 tahun, duo Spanyol Lamine Yamal dan Pau Cubarsi memimpin daftar teratas setelah berhasil membawa negaranya ke final. Pesaing kuat lainnya adalah Gilberto Mora dari Meksiko yang memecahkan rekor sebagai pemain termuda yang menjadi starter sejak Pele pada tahun 1958, serta Desire Doue dari Prancis dan Nico O'Reilly dari Inggris.
Tidak kalah bergengsi, penghargaan Fair Play juga akan diberikan kepada tim dengan catatan kedisiplinan terbaik yang berhasil melaju melewati fase grup. Pada edisi sebelumnya di Qatar 2022, Inggris sukses membawa pulang penghargaan ini. Untuk tahun 2026, dominasi Eropa tampaknya akan berlanjut dengan Spanyol, Prancis, dan Norwegia sebagai kandidat terkuat.
Terakhir, penghargaan Goal of the Tournament akan ditentukan sepenuhnya melalui voting publik. Beberapa gol indah yang sudah memenangkan fase sebelumnya antara lain sepakan Eldor Shomurodov (Uzbekistan) di fase grup, gol telat Sidny Lopes Cabral (Tanjung Verde) di babak 32 besar, hingga tendangan spektakuler Erling Haaland ke gawang Brasil di babak 16 besar yang membawa Norwegia mencetak sejarah lolos ke perempat final untuk pertama kalinya.