Uefa, Asian Football Confederation, dan Concacaf sepakat mendesak Gianni Infantino untuk melepaskan jabatannya sebagai Presiden FIFA setelah melayangkan surat terbuka bernada keras yang menuntut kepemimpinan berorientasi pelayanan sepak bola.
"Ketika kepercayaan rusak oleh tipu daya, ketika seseorang menempatkan dirinya di atas kolektif yang mempercayakan kewenangan kepadanya, tugas tersebut telah ditinggalkan," tulis petinggi konfederasi dalam surat terbuka tersebut, Senin (10/8).
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeEskalasi konflik ini bermula dari skema kontroversial Football Forward Enterprise yang memicu mosi tidak percaya dari berbagai institusi pengelola sepak bola regional terbesar di dunia.
Ketiga badan pengelola tersebut kini mulai merintis diskusi awal terkait penyelenggaraan kompetisi baru menyusul ancaman boikot berulang dari Uefa terhadap berbagai agenda resmi FIFA.
Victor Montagliani Muncul sebagai Kandidat Pengganti Kuat
Surat terbuka itu ditandatangani langsung oleh Presiden Uefa Aleksander Ceferin, pimpinan AFC Sheikh Salman bin Ibrahim Al Khalifa, dan Presiden Concacaf Victor Montagliani.
Batas akhir pengumuman kandidat pemilihan Presiden FIFA dijadwalkan pada 18 November mendatang dengan dinamika politik internal yang masih memanas di tingkat konfederasi global.
Nama Presiden Concacaf Victor Montagliani kini mencuat sebagai salah satu kandidat terkuat untuk memimpin pergerakan transisi dan menggantikan posisi Gianni Infantino.
Upaya konsolidasi terus digalang untuk mencari figur pengganti yang dinilai lebih mampu mengembalikan marwah serta persatuan di tubuh organisasi sepak bola tertinggi dunia.