FIFA mengeluarkan pernyataan tegas terkait apa yang mereka sebut sebagai upaya terorganisir dan berkelanjutan untuk melemahkan posisi Gianni Infantino sebagai Presiden FIFA. Pernyataan tersebut dirilis badan sepak bola dunia pada Sabtu, 8 Agustus 2026, menyusul kemunculan sejumlah pemberitaan di media Inggris yang menyoroti kehidupan pribadi pemimpin asal Swiss itu.
Salah satu laporan media Inggris mengeklaim bahwa UEFA pernah melakukan pembayaran kepada mantan karyawan setelah menjalin hubungan asmara dengan Gianni Infantino ketika pria tersebut masih menjabat sebagai sekretaris jenderal UEFA. Namun, tuduhan tersebut dibantah langsung oleh Infantino, sementara pihak FIFA menolak laporan tersebut dan menyebutnya sama sekali tidak berdasar.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeTekanan terhadap kepemimpinan Gianni Infantino semakin meningkat setelah upayanya menjual sebagian saham hak komersial Piala Dunia serta turnamen lain mengalami kegagalan. Kondisi ini membuat UEFA secara terbuka mendesak Infantino agar segera mundur dari jabatannya sebagai orang nomor satu di tubuh sepak bola global.
Menanggapi situasi panas tersebut, jajaran pimpinan FIFA menggelar pertemuan darurat di Maroko dan menegaskan kembali dukungan penuh terhadap kepemimpinan Infantino. Badan sepak bola dunia tersebut menilai pemberitaan terbaru memuat pernyataan tanpa bukti serta klaim terbukti salah mengenai presiden mereka.
Dukungan Konfederasi Dunia untuk Gianni Infantino
Konfederasi Sepak Bola Afrika atau CAF secara bulat menyatakan dukungan penuh terhadap kepemimpinan Gianni Infantino dalam menghadapi gelombang tekanan politik. Sementara itu, konfederasi sepak bola Amerika Selatan atau CONMEBOL menolak upaya penggulingkan Infantino apabila tidak melalui mekanisme pemungutan suara melibatkan seluruh anggota FIFA.
Federasi Sepak Bola Meksiko turut memberikan dukungan serupa meskipun konfederasi regional CONCACAF sebelumnya menyerukan evaluasi menyeluruh terhadap masa kepemimpinan Infantino. FMF menegaskan hanya akan mengakui proses organisasi yang berjalan sesuai dengan kerangka institusional resmi dari FIFA.
Di sisi lain, Presiden Federasi Sepak Bola Norwegia, Lise Klaveness, secara terbuka mendesak Infantino untuk mundur karena dianggap sudah kehilangan kepercayaan institusional yang diperlukan. Perbedaan sikap antar-federasi ini membuat peta kekuatan menjelang Kongres FIFA semakin dinamis.
Menghadapi berbagai gejolak internal tersebut, FIFA mengingatkan seluruh pihak agar tidak menempuh cara di luar prosedur demokratis organisasi. Posisi Gianni Infantino saat ini masih mendapat fondasi kuat berkat dukungan masif dari mayoritas asosiasi dan konfederasi global.