Diekman Stadion merupakan stadion multi-fungsi yang terletak di Enschede, Belanda, dan digunakan terutama untuk pertandingan sepak bola. Stadion ini memiliki kapasitas 13.500 penonton dan resmi dibuka pada tahun 1956. Namun, stadion ini ditutup pada tahun 1998 setelah Arke Stadion, yang kini dikenal sebagai Grolsch Veste, diresmikan sebagai markas baru FC Twente.
Sejarah pembangunan Diekman Stadion dimulai dengan persaingan tiga klub lokal yang ingin menjadikannya kandang, yaitu VV Rigtersbleek, Enschedese Boys, dan Sportclub Enschede. Enschedese Boys, yang menjadi juara Belanda timur pada 1950, dianggap memiliki klaim terkuat atas stadion tersebut. Namun, dewan kota Enschede mendorong ketiga klub untuk bergabung, sebuah usulan yang ditolak mentah-mentah oleh mereka.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeDiekman Stadion resmi dibuka pada 8 Agustus 1956 dengan laga antara Sportclub Enschede melawan Preußen Münster dari Jerman. Pertandingan tersebut disaksikan oleh 22.000 penonton, melampaui kapasitas resmi stadion. Abe Lenstra, legenda sepak bola Belanda, mencetak gol pertama dari titik penalti, dan laga berakhir dengan kemenangan 3-0 untuk Sportclub Enschede.
Pada 1965, Sportclub Enschede dan Enschedese Boys merger membentuk FC Twente. Klub baru ini resmi menempati Diekman Stadion pada 12 Agustus 1965 dalam laga persahabatan melawan Aston Villa. Sejak saat itu, Diekman menjadi saksi bisu perjalanan FC Twente di kancah sepak bola Belanda selama lebih dari tiga dekade.
Akhir Perjalanan Diekman dan Kini Telah Runtuh
Salah satu momen paling bersejarah di Diekman Stadion terjadi pada 3 November 1968, ketika FC Twente berhasil mengalahkan Ajax dengan skor 5-1 di hadapan 26.500 penonton. Angka tersebut menjadi rekor kehadiran tertinggi sepanjang sejarah stadion ini, menunjukkan betapa bergengsinya laga tersebut bagi pendukung FC Twente saat itu.
Pertandingan terakhir di Diekman Stadion digelar pada 22 April 1998, saat FC Twente mengalahkan SC Heerenveen 3-1 di hadapan 10.000 penonton. Martijn Abbenhues mencatatkan namanya sebagai pencetak gol terakhir di stadion bersejarah ini. Setelah itu, FC Twente pindah ke Arke Stadion yang kemudian diperluas menjadi Grolsch Veste yang dikenal hingga kini.
Setelah ditinggalkan FC Twente, Diekman Stadion masih menyelenggarakan satu peristiwa olahraga terakhir, yaitu Marathon of Enschede ke-30 pada 7 Juni 1998. Ajang lari tahunan ini dimenangkan oleh pelari asal Djibouti, Ahmed Salah, yang menjadi juara di edisi tersebut. Tak lama setelah itu, stadion yang telah berdiri selama 42 tahun tersebut mulai menjalani proses pembongkaran.
Pembongkaran Diekman Stadion menandai berakhirnya era penting bagi sepak bola Enschede. Stadion yang telah menyaksikan berbagai peristiwa bersejarah, termasuk kemenangan besar atas Ajax dan perpindahan klub akibat merger, kini hanya tinggal kenangan. Lokasi bekas stadion kemudian digunakan untuk pengembangan kawasan baru di kota Enschede.