Perjalanan tim esports Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Tengah di ajang Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) menunjukkan grafik prestasi yang kian menanjak dari tahun ke tahun.
Berdasarkan laporan, pada debutnya di Porwanas 2022 Malang, Jawa Timur, tim esports PWI Jateng baru mampu menembus babak 16 besar nomor e-football, sebelum akhirnya melaju hingga perempat final pada Porwanas 2024 di Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Peningkatan performa tersebut menjadi modal kuat bagi PWI Jateng untuk memasang target tinggi pada Porwanas XV 2027 yang akan datang di Lampung, yakni merebut medali emas.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeTarget ambisius ini dibahas secara mendalam dalam Podcast PWI Jateng Corner bertajuk Membaca Peluang Emas Esports Jateng di Porwanas 2027 yang digelar di Studio Dinus FM, Semarang.
Ketua PWI Jateng, Setiawan Hendra Kelana, menyatakan bahwa cabang olahraga esports diproyeksikan sebagai salah satu lumbung medali bagi kontingen Jawa Tengah pada perhelatan mendatang.
Menurut Setiawan Hendra Kelana, PWI Jateng berkomitmen penuh dengan menjalin sinergi bersama Pengurus Daerah Esports Indonesia (ESI) Kota Semarang serta memanfaatkan fasilitas canggih dari Laboratorium Esports Universitas Dian Nuswantoro (Udinus).
"PWI Jateng berkomitmen penuh. Berbekal sinergi bersama ESI Kota Semarang dan sokongan sarana Laboratorium Esports canggih milik Udinus, kami membidik medali dari tujuh keping emas esports yang diperebutkan di Lampung nanti," ujar Setiawan Hendra Kelana.
Sementara itu, Manajer Tim Esports PWI Jateng, Vianney Ratna Manikamawi, menjelaskan bahwa persiapan kali ini tidak hanya berorientasi pada kemampuan teknis semata, melainkan juga melibatkan latihan bersama para atlet profesional ESI Kota Semarang.
Sebagaimana diungkapkan oleh Vianney Ratna Manikamawi, tantangan terbesar terletak pada perbedaan ritme antara kesibukan wartawan dan atlet profesional, sehingga program latihan dirancang khusus untuk mempertajam refleks, timing, hingga mental bertanding.
"Ritme latihan wartawan tentu berbeda dengan atlet profesional. Kami sudah menyiapkan strategi transfer knowledge, mulai dari mengasah refleks jempol, pengaturan timing, hingga teknik analisis pertempuran," jelas Vianney Ratna Manikamawi menutup keterangan.