Bintang utama Boston Celtics, Jayson Tatum, akhirnya buka suara terkait kepindahan rekan duet setianya, Jaylen Brown, ke Philadelphia 76ers. Setelah sembilan tahun bahu-membahu di atas lapangan, Tatum mengaku merasa sangat aneh karena kini harus saling berhadapan sebagai rival di kompetisi NBA.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Kebersamaan mereka di TD Garden resmi berakhir setelah manajemen Boston Celtics memutuskan untuk melepas Jaylen Brown demi menjaga fleksibilitas ruang gaji tim. Ironisnya, Jaylen Brown kini berlabuh ke Philadelphia 76ers, tim rival bebuyutan yang menyingkirkan Boston Celtics pada babak Playoffs NBA 2026 lalu.
Tatum mengungkapkan isi hatinya saat menghadiri acara penghargaan ESPY Awards 2026. Pemain bernomor punggung 0 itu menyadari bahwa kompetisi NBA pada akhirnya adalah tentang bisnis, namun ia tidak menampik ada sisi emosional yang sulit dihilangkan begitu saja setelah bertahun-tahun berjuang bersama.
"Jika saya harus jujur, ini terasa sangat aneh. Saya sudah berada di Celtics selama 9 tahun dan dia selalu menjadi rekan setim saya di setiap musimnya. Anda tentu paham bahwa dalam perjalanan karier, NBA adalah sebuah bisnis," ujar Jayson Tatum.
"Namun tetap ada sisi kemanusiaan di mana Anda merasakan emosi tersebut, begitu juga dengan seisi kota ini. Di sisi lain, kami juga harus menyambut rekan-rekan setim yang baru dengan tangan terbuka," tambah pemain yang mengoleksi satu gelar juara NBA bersama Brown pada tahun 2024 tersebut.
Selama bertahun-tahun, media kerap mencoba mengembuskan isu keretakan hubungan antara Tatum dan Brown. Kendati demikian, keduanya berhasil membuktikan profesionalisme mereka dengan membawa Boston Celtics menembus dua kali babak NBA Finals, termasuk saat keluar sebagai juara dan Jaylen Brown menyabet gelar Finals MVP pada 2024.
Kini dengan perginya Jaylen Brown, beban berat berada di pundak Jayson Tatum sebagai tumpuan utama tim asuhan Joe Mazzulla. Meskipun tantangan musim depan dipastikan akan jauh lebih berat, Tatum menyatakan dirinya siap memimpin era baru Boston Celtics dan melangkah maju tanpa kehadiran tandem lamanya.