Ilia Topuria mencatatkan namanya sebagai salah satu fenomena terbesar dalam sejarah Ultimate Fighting Championship berkat prestasi gemilang serta rekor tak terkalahkan dalam divisi featherweight dan lightweight.
Lahir di Jerman dari orang tua pengungsi asal Abkhazia, Topuria menghabiskan masa kecil di Georgia sebelum akhirnya menetap di Alicante, Spanyol, tempat ia mulai mendalami seni bela diri campuran.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMemulai debut profesional pada 2014, ia mendominasi kancah regional Eropa sebelum bergabung dengan Brave Combat Federation dan kemudian menembus panggung utama UFC pada tahun 2020.
Karier puncak Topuria terukir ketika ia merebut sabuk juara featherweight dari tangan Alexander Volkanovski dan kemudian mempertahankan gelar tersebut lewat kemenangan KO atas Max Holloway.
Keputusan besar diambil ketika ia memutuskan melepas sabuk featherweight demi naik ke divisi lightweight dan sukses mengandaskan Charles Oliveira untuk merengkuh gelar juara dua divisi secara sempurna.
Berdasarkan analisis UFC, keperkasaan Topuria akhirnya menemui ujian berat saat ia menghadapi Justin Gaethje dalam duel mempertahankan gelar lightweight dan harus mengakui keunggulan lawan lewat TKO di ronde keempat.