Sistem liga sepak bola Inggris, yang sering disebut sebagai piramida sepak bola, merupakan struktur kompetisi yang unik dan kompleks. Lebih dari 7.000 tim dari hampir 5.300 klub terdaftar berkompetisi dalam sistem ini, dengan harapan setiap klub, sekecil apa pun, secara teoritis bisa naik ke puncak, yaitu Premier League. Sistem ini juga mencakup lima tim dari Wales, serta klub dari Guernsey, Jersey, dan Isle of Man.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Sejarah sistem ini dimulai pada 1888, ketika The Football League didirikan oleh William McGregor, direktur Aston Villa. Liga pertama di dunia ini awalnya diikuti oleh 12 klub pendiri dari Lancashire dan Midlands. Kini, struktur telah berkembang jauh, dengan Premier League sebagai puncak di level 1, diikuti oleh English Football League (EFL) yang terdiri dari Championship, League One, dan League Two di level 2 hingga 4.
Di bawah empat divisi profesional tersebut, terdapat National League System (NLS) yang diatur langsung oleh FA. Level 5 hingga 10 menjadi bagian dari NLS, dengan National League sebagai level tertinggi di non-league football. Level 6 terbagi menjadi National League North dan South, sementara level 7 dan 8 diisi oleh tiga liga regional utama: Northern Premier League, Southern League, dan Isthmian League.
Sistem promosi dan degradasi menjadi tulang punggung kompetisi ini. Di Premier League, tiga klub terbawah terdegradasi, sementara dua klub teratas dari Championship otomatis promosi, ditambah satu pemenang play-off. Di level bawah, mekanisme serupa berlaku dengan jumlah klub yang bervariasi, misalnya di National League, dua klub promosi dan empat klub degradasi.
Memasuki level 9, struktur menjadi semakin terbagi dengan 16 liga sub-regional yang masing-masing memiliki divisi sendiri. Level 10 dan 11 menambah kompleksitas dengan lebih banyak liga yang mencakup wilayah geografis lebih kecil. Menariknya, sistem ini secara resmi hanya didefinisikan hingga level 11, meskipun di beberapa daerah terdapat liga hingga lebih dari 20 tingkat di bawah Premier League.
Setiap tingkat dalam piramida ini juga mempengaruhi eligibilitas klub dalam kompetisi piala. Misalnya, di FA Cup, klub dari level 10 bisa ikut serta tergantung pada peringkat mereka di liga masing-masing dan jumlah peserta dari level 9. Semakin rendah tingkat liga, semakin regional pula kompetisi piala yang diikuti.
Meskipun terstruktur rapi, sistem ini tidak mencakup liga amatir seperti Sunday league football yang berjalan independen. Namun, beberapa klub dari liga amatir terkadang memilih untuk bergabung ke dalam piramida jika mereka ingin berkembang ke tingkat yang lebih tinggi. Fleksibilitas ini menunjukkan bahwa piramida sepak bola Inggris tetap terbuka bagi siapa pun yang memiliki ambisi.