Arsenal dijagokan kembali menjuarai Liga Inggris musim 2026-27 setelah berhasil mengakhiri penantian 22 tahun pada musim lalu. Berdasarkan survei terhadap 28 pundit BBC Sport, sebanyak 89 persen responden meyakini pasukan Mikel Arteta mampu mempertahankan mahkota juara yang mereka raih dengan keunggulan tujuh poin dari Manchester City musim lalu.
Keunggulan utama The Gunners terletak pada kontinuitas skuad yang tetap terjaga di bawah kepemimpinan Mikel Arteta. Penambahan gelandang Bruno Guimaraes semakin memperkuat lini tengah yang sudah diisi Declan Rice dan Martin Zubimendi, memberikan kedalaman skuad mumpuni untuk bersaing di berbagai kompetisi.
Pundit Theo Walcott menyoroti stabilitas tersebut sebagai kunci utama keberhasilan tim. "Mereka memiliki keuntungan terbesar, yaitu kontinuitas. Mereka datang dari musim juara dengan 85 poin dan melakukan penguatan skuad, bukan perombakan total," ujar Walcott.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeHal senada diungkapkan Thomas Hitzlsperger yang menilai Arsenal merupakan tim yang paling siap untuk dikalahkan. Menurutnya, konsistensi pemain yang sudah lama bermain bersama di bawah metode Arteta membuat mereka sangat paham cara memenangkan pertandingan demi pertandingan di liga.
Manchester City Hadapi Era Baru Tanpa Guardiola
Manchester City kini menghadapi tantangan besar memasuki musim pertama di bawah asuhan pelatih Enzo Maresca. Berbeda dengan musim-musim sebelumnya, hanya 12 persen pundit yang memprediksi City mampu merebut kembali gelar juara Liga Inggris musim ini.
Klub yang bermarkas di Etihad Stadium tersebut sedang dalam fase transisi setelah kepergian Pep Guardiola yang mendominasi liga selama bertahun-tahun. Adaptasi pemain terhadap taktik baru dari pelatih asal Italia tersebut menjadi sorotan utama dalam menentukan peluang mereka di papan atas.
Meskipun mengalami perubahan kepemimpinan, Manchester City diprediksi tetap akan menjadi pesaing kuat di papan atas klasemen. Pengalaman para pemain dalam memenangkan gelar selama satu dekade terakhir menjadi modal berharga bagi klub untuk tetap kompetitif meski tanpa sosok pelatih legendaris mereka.
Pundit Shay Given memiliki pandangan optimis terkait perubahan di dalam tim. "Saya tidak berpikir kepergian Pep berarti kita akan melihat penurunan drastis seperti yang terjadi saat Sir Alex Ferguson meninggalkan Manchester United. Justru, saya mengharapkan hal sebaliknya karena adanya suara segar di ruang ganti," ungkap Given.