Keberhasilan tim nasional Spanyol dalam menembus segala keraguan di awal Piala Dunia 2026 tidak terlepas dari peran krusial sang kapten, Rodri. Sebagai gelandang yang kini menjadi pilar utama di bawah asuhan Luis de la Fuente, Rodri mampu menggalang pertahanan sekaligus mengatur ritme serangan La Furia Roja dengan sangat efisien.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan pengamatan tim redaksi, meski terdapat pemain senior lain seperti Aymeric Laporte, sang pelatih tetap menaruh kepercayaan penuh kepada penggawa Manchester City tersebut untuk memimpin tim di dalam lapangan. Keputusan ini dinilai tepat mengingat kedewasaan Rodri dalam membaca pertandingan.
Dalam sebuah diskusi di podcast Super Taktik, pengamat sepak bola Gigih menyoroti transformasi permainan Spanyol. "Spanyol, apakah mereka masih mengandalkan tiki-taka? Jawabannya iya, tetapi mereka saat ini juga tidak segan untuk bermain lebih vertikal, lebih direct ke depan ketika ada ruang," ujarnya di kantor Tribunnews Solo, Jawa Tengah.
Transformasi tersebut terbukti efektif, terutama saat Rodri harus mengemban tanggung jawab menjaga mentalitas rekan-rekannya setelah hasil minor melawan Tanjung Verde. Rodri menunjukkan kelasnya sebagai pemimpin dengan tetap menyoroti aspek positif dari permainan tim di tengah tekanan.
"Memang sulit menghadapi tim yang sangat mengandalkan pendekatan fisik dan bertahan sangat rapat," ungkap Rodri seperti dikutip dari Goal International. Ia menambahkan, "Hal positifnya adalah mereka tidak menciptakan apa pun. Pada akhirnya, mereka bermain seperti itu dan tak bisa melewati lini tengah."
Dari pantauan redaksi saat menghadapi Prancis, Rodri tampil dominan dengan mencatatkan 82 sentuhan bola. Statistik ini menegaskan bahwa dirinya benar-benar menjadi titik sentral kekuatan Spanyol, sekaligus memvalidasi prediksi Pep Guardiola yang sejak lama menyebut bahwa gelandang tersebut akan bersinar terang di Piala Dunia 2026.
Sebagai pemain yang kini berusia 30 tahun, Rodri tidak hanya sekadar memberikan instruksi, tetapi juga menjadi contoh nyata melalui dedikasi tinggi di atas lapangan hijau. Konsistensi performanya menjadi barometer penting bagi ambisi Spanyol untuk meraih kejayaan di turnamen sepak bola paling bergengsi di dunia ini.