Premier League 20 Seasons Awards resmi digelar untuk merayakan dua dekade persaingan di kasta tertinggi sepak bola Inggris. Penghargaan ini mencakup periode dari musim perdana 1992-93 hingga akhir musim 2011-12 yang berakhir pada 13 Mei 2012. Proses voting sendiri ditutup pada 30 April 2012 dengan total 11 kategori yang diperlombakan.
Manchester United menjadi klub paling dominan dalam dua dekade pertama Premier League. Setan Merah berhasil meraih 12 gelar juara dan tak pernah finis di luar tiga besar. Hanya lima klub yang pernah menjadi juara dalam kurun waktu tersebut, yaitu Manchester United, Arsenal, Chelsea, Manchester City, dan Blackburn Rovers.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSir Alex Ferguson terpilih sebagai manajer terbaik versi panel juri. Keberhasilan Ferguson membawa Manchester United meraih dominasi luar biasa selama era Premier League menjadi alasan utama pemilihannya. Selain Ferguson, ada empat nama manajer lain yang masuk dalam daftar pendek, termasuk Arsene Wenger dan Jose Mourinho.
Ryan Giggs dinobatkan sebagai pemain terbaik setelah tampil di setiap musim Premier League sejak kompetisi ini dimulai. Gelandang legendaris Manchester United itu mengoleksi 12 medali juara, jumlah terbanyak yang pernah diraih seorang pemain. Giggs berhasil mengungguli sembilan pemain lain yang masuk nominasi, termasuk empat rekan setimnya di Manchester United.
Kutipan Keegan dan Invincibles Warnai 20 Seasons Awards
Arsenal musim 2003-04 yang dikenal sebagai The Invincibles terpilih sebagai tim terbaik. Pasukan Arsene Wenger itu berhasil menyelesaikan seluruh musim tanpa terkalahkan, sebuah pencapaian yang hingga kini belum terulang. Mereka mengalahkan empat tim juara lainnya yang masuk dalam daftar pendek kategori ini.
Musim 2011-12 dinobatkan sebagai musim terbaik dalam sejarah Premier League. Drama luar biasa terjadi pada pekan terakhir ketika Manchester City merebut gelar pada detik-detik akhir melalui gol Sergio Aguero ke gawang Queens Park Rangers. Gol tersebut membuat City menang atas rival sekota Manchester United dengan selisih gol untuk pertama kalinya.
Kutipan ikonik Kevin Keegan menjadi bagian tak terpisahkan dari 20 Seasons Awards. Saat menjabat manajer Newcastle United pada 1996, Keegan melontarkan pernyataan "I would love it if we beat them. Love it!" yang terpilih sebagai kutipan paling berkesan. Ucapan itu muncul setelah manajer Manchester United Sir Alex Ferguson menyindir tim Leeds yang dinilai kurang bersemangat saat melawan Newcastle.
Kutipan Keegan tersebut juga pernah memenangkan penghargaan serupa pada Premier League 10 Seasons Awards tahun 2003. Selain Keegan, ada empat kutipan lain yang masuk nominasi, termasuk pernyataan filosofis Eric Cantona tentang burung camar dan kapal pukat. Sayangnya, Keegan gagal membawa Newcastle menjadi juara karena timnya hanya mampu meraih satu poin dari dua laga tersisa.