Kabayan News Kabayan News
/home / olahraga / Profil Jacques Ferran, Pencipta...
OLAHRAGA

Profil Jacques Ferran, Pencipta Piala Eropa dan Ballon d'Or

By Redaksi Kabayan News • 2 min read • 31 Juli 2026
Potret Jacques Ferran, jurnalis L'Equipe pencipta Piala Eropa

Potret Jacques Ferran, jurnalis L'Equipe pencipta Piala Eropa

Jacques Ferran bukan sekadar wartawan olahraga biasa. Pria kelahiran 30 Maret 1920 ini adalah arsitek di balik dua kompetisi paling bergengsi di sepak bola Eropa: Piala Eropa yang kini dikenal sebagai Liga Champions UEFA dan Ballon d'Or. Ferran wafat pada 7 Februari 2019 di usia 98 tahun.

Ferran lahir dari pasangan Pierre Ferran, seorang hakim, dan Lucie, putri seorang pengrajin emas asal Napoli yang berimigrasi ke Montpellier. Pada 1943, ia berhasil lolos dari wajib kerja paksa rezim Vichy dan mengungsi ke Aveyron. Ia kemudian kuliah di Fakultas Sastra Universitas Paul Valery Montpellier sebelum memulai karier jurnalistiknya.

Karier Ferran di dunia jurnalisme dimulai di majalah mingguan Tigre pada 1945, lalu bergabung dengan harian Echo du Midi yang sayangnya tak bertahan lama. Pada 1948, ia direkrut oleh Jacques Goddet ke L'Equipe atas rekomendasi Emmanuel Gambardella, Presiden Federasi Sepak Bola Prancis saat itu. Di sana ia bergabung dengan bagian sepak bola yang dipimpin Jacques de Ryswick.

Ketertarikan Ferran pada kompetisi antarklub benua muncul setelah membaca tentang South American Championship of Champions yang digelar pada 1948, cikal bakal Copa Libertadores. Bersama Gabriel Hanot, rekannya di L'Equipe, Ferran kemudian mencetuskan gagasan kompetisi serupa untuk Eropa. Dokumen UEFA mengakui keduanya sebagai bapak pendiri Piala Eropa.

Ferran tidak hanya menggagas ide, tetapi juga merancang regulasi pertama dan melakukan undian perdana untuk musim perdan turnamen tersebut. Dalam wawancara dengan program Globo Esporte Brasil pada 2015 dan harian El Mercurio Chile pada 2018, ia menyatakan bahwa kompetisi Amerika Selatan menjadi inspirasi utama bagi kelahiran Piala Eropa.

Selain berkarier di L'Equipe, Ferran juga menjadi kritikus drama untuk majalah France Catholique dari 1948 hingga 1953. Pada 1956, ia turut melahirkan Ballon d'Or saat menjadi bagian dari redaksi France Football. Ia juga pernah menjadi spesialis olahraga di majalah L'Express selama sepuluh tahun. Ferran pensiun pada 1985 setelah puluhan tahun mengabdi di L'Equipe.

Pada Februari 1999, Ferran menerima penghargaan dari Johan Cruyff sebagai jurnalis sepak bola paling termasyhur di dunia dalam acara gala yang digelar di Liceu oleh International Football Hall of Champions. Sepeninggalnya, legenda sepak bola Prancis Michel Platini mengenang Ferran sebagai filsuf sepak bola, bukan sekadar jurnalis di lapangan. Platini menyebut Ferran sebagai sosok cerdas yang memiliki refleksi global tentang olahraga ini dan berada di atas hiruk-pikuk persaingan.

Topics
jacques ferran profil jurnalis liga champions piala eropa ballon d'or l'equipe france football gabriel hanot sejarah sepak bola uefa
Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi Kabayan News adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terlengkap. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas.