Sporting Clube de Braga atau lebih akrab disapa SC Braga merupakan salah satu klub sepak bola terkemuka di Portugal yang bermarkas di Estádio Municipal de Braga. Klub yang didirikan pada 19 Januari 1921 ini kini berlaga di Primeira Liga, kasta tertinggi sepak bola Portugal. Julukan Arsenalista melekat pada Braga karena warna seragam merah dengan lengan putih yang sangat mirip dengan seragam klub Inggris Arsenal. Selain sepak bola, SC Braga juga memiliki departemen olahraga lain seperti atletik, basket, futsal, hingga taekwondo.
Perjalanan SC Braga diawali dari perdebatan dua kubu simpatisan klub Lisbon pada 1919. Kelompok pendukung Sporting CP menginginkan nama Sporting Clube de Braga, sementara kubu Benfica menginginkan warna merah. Kompromi akhirnya tercapai pada 1921 dengan nama tetap Sporting Clube de Braga namun warna seragam berubah menjadi merah putih ala Benfica. Perubahan besar terjadi pada 1945 ketika klub mengadopsi seragam bergaya Arsenal untuk tim cadangan, lalu diikuti tim utama pada 1946 atas usulan presiden klub Jose Antunes Guimaraes yang terinspirasi The Gunners saat berbisnis di London.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSC Braga mulai menunjukkan taringnya pada era 2000-an dengan menjadi salah satu klub paling berprestasi di Portugal, menempati peringkat kelima dalam daftar klub tersukses. Puncaknya terjadi pada 2011 ketika Braga berhasil mencapai final UEFA Europa League di Dublin, meski harus mengakui keunggulan FC Porto lewat gol tunggal Radamel Falcao. Di kancah domestik, Braga telah mengoleksi tiga gelar Taça de Portugal (1965-66, 2015-16, 2020-21) dan tiga trofi Taça da Liga (2012-13, 2019-20, 2023-24), serta menjadi satu-satunya klub Portugal yang memenangkan UEFA Intertoto Cup pada 2008.
Musim 2009-10 menjadi momen bersejarah bagi Braga dengan meraih posisi runner-up Primeira Liga untuk pertama kalinya di bawah asuhan Domingos Paciencia. Pencapaian ini membawa Braga lolos ke UEFA Champions League untuk debut mereka, di mana mereka berhasil mengalahkan Sevilla di babak kualifikasi. Pada musim 2022-23, Braga mencatatkan rekor klub dengan 78 poin, 25 kemenangan, dan 75 gol yang mengantarkan mereka kembali ke Liga Champions setelah absen 11 tahun. Kini, Braga dikenal sebagai klub yang memiliki reputasi dalam mengembangkan pemain muda melalui sistem akademi yang solid.
Derby do Minho, Rivalitas Panas Braga dan Vitoria Guimaraes
Stadion Estádio Municipal de Braga yang menjadi markas klub sejak 2003 menggantikan Estádio 1º de Maio. Stadion berkapasitas 30.286 penonton ini dibangun di bekas tambang batu dan menjadi salah satu venue Piala Eropa 2004. Braga juga memiliki pusat latihan modern bernama Cidade Desportiva yang semakin memperkuat infrastruktur klub. Dengan ambisi besar dan dukungan investor dari Qatar Sports Investments yang membeli 21,67 persen saham pada Oktober 2022, Braga terus berupaya mempertahankan posisinya sebagai kekuatan sepak bola Portugal.
SC Braga memiliki rivalitas abadi dengan Vitoria Guimaraes yang dikenal dengan nama Derby do Minho. Persaingan kedua klub asal wilayah Minho di Portugal utara ini melampaui sepak bola, mencerminkan persaingan historis dan kultural antara kota Braga dan Guimaraes yang telah berlangsung sejak sebelum pembentukan Kerajaan Portugal. Laga ini selalu berlangsung sengit dan penuh emosi, menjadi salah satu pertandingan paling dinantikan dalam kalender sepak bola Portugal.
Rivalitas Braga dan Vitoria Guimaraes bukan sekadar soal kemenangan di lapangan, tetapi juga tentang kebanggaan identitas kedua kota. Braga yang dikenal sebagai kota religius dengan sejarah panjang keuskupan, sementara Guimaraes dijuluki sebagai "tempat kelahiran Portugal" karena merupakan lokasi berdirinya kerajaan pertama. Setiap benturan kedua tim selalu diwarnai dukungan fanatik dari suporter yang menjadikan Derby do Minho sebagai ajang pembuktian supremasi daerah.
Selain Vitoria Guimaraes, Braga juga memiliki persaingan dengan Boavista, Belenenses, dan beberapa klub lain karena kedekatan jumlah gelar dan basis suporter. Namun Derby do Minho tetap menjadi laga paling bergengsi dan emosional bagi para Braguistas. Ketegangan di lapangan seringkali berimbas pada atmosfer stadion yang memanas, menjadikan laga ini sebagai salah satu derby terpanas di Portugal setelah O Clássico dan Derby de Lisboa.