Kabayan News Kabayan News
/home / olahraga / Sejarah Panjang Bournemouth, dari...
OLAHRAGA

Sejarah Panjang Bournemouth, dari Jurang Administrasi ke Eropa

By Redaksi Kabayan News • 3 min read • 31 Juli 2026
Pemain AFC Bournemouth merayakan kualifikasi ke Liga Europa usai finis ke-6 Premier League 2025-26

Pemain AFC Bournemouth merayakan kualifikasi ke Liga Europa usai finis ke-6 Premier League 2025-26

AFC Bournemouth resmi mengukir tinta emas dalam sejarah klub. The Cherries berhasil finis di peringkat keenam klasemen akhir Premier League 2025/26, sebuah posisi tertinggi yang pernah mereka raih sepanjang masa. Capaian ini otomatis mengantarkan mereka ke kancah Eropa untuk pertama kalinya, tampil di UEFA Europa League musim depan.

Perjalanan ke puncak tentu tak mudah bagi Bournemouth. Didirikan pada 1899 sebagai Boscombe, klub ini baru mengadopsi nama AFC Bournemouth pada 1971. Mereka bahkan nyaris tenggelam ke jurang kebangkrutan pada 2008 dengan utang mencapai sekitar 4 juta poundsterling dan sempat lima menit lagi sebelum dilikuidasi, demikian dikutip dari laporan BBC.

Kebangkitan mereka dimulai ketika Eddie Howe mengambil alih kursi manajer pada 2009. Di bawah asuhannya, Bournemouth meraih tiga promosi dalam enam tahun, termasuk gelar juara Championship 2014/15 yang membawa mereka untuk pertama kalinya ke Premier League. Meski sempat terdegradasi pada 2020, Bournemouth kembali ke kasta tertinggi pada 2022 di bawah Scott Parker.

Musim 2025/26 menjadi puncak dari kebangkitan ini. Di bawah arahan pelatih Andoni Iraola, Bournemouth memecahkan rekor poin mereka sendiri dengan mengumpulkan 57 angka. Pencapaian ini turut didukung oleh rekor tak terkalahkan selama 18 pertandingan beruntun, yang sekaligus memecahkan rekor jumlah hasil imbang dalam satu musim Premier League.

Pemilik klub, Bill Foley dari Black Knight Football Club, menyatakan kebanggaannya. Kualifikasi ke Liga Europa dinilai sebagai langkah besar dalam perjalanan klub dan menunjukkan kerja luar biasa dari staf kepelatihan, pemain, dan tim manajemen. Foley juga mengungkapkan kegembiraannya bahwa para suporter akan merasakan atmosfer sepak bola Eropa musim depan.

Bournemouth pun menjadi satu dari tiga wakil Inggris di Liga Europa 2026/27 bersama Crystal Palace dan Sunderland. Mereka juga menjadi satu-satunya klub selain Brighton yang lolos ke kompetisi Eropa dengan status pendatang baru yang sebelumnya tak diperhitungkan, demikian dilansir BolaSkor.

Musim depan akan menjadi tantangan baru bagi The Cherries. Setelah kehilangan Iraola yang hengkang di akhir musim, klub akan mencari pengganti yang tepat untuk membawa mereka bersaing di level yang lebih tinggi, tentunya dengan bekal sejarah baru yang telah mereka torehkan.

Sebuah perjalanan panjang telah dilalui Bournemouth. Dari klub yang nyaris gulung tikar dan mengumpulkan donasi ember untuk bertahan, kini mereka berdiri setara dengan klub-klub besar Eropa. Babak baru dalam sejarah The Cherries telah resmi dibuka.

Kualifikasi Liga Europa ini bukan sekadar pencapaian, tetapi simbol dari ketahanan dan kerja keras. Ini adalah bukti bahwa mimpi bisa terwujud, bahkan untuk klub sekecil Bournemouth yang kini berani bermimpi besar di panggung sepak bola Eropa.

Topics
afc bournemouth premier league liga europa sepak bola inggris andoni iraola eddie howe bill foley dean court the cherries sejarah klub
Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi Kabayan News adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terlengkap. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas.