Kabayan News Kabayan News
/home / olahraga / Mengenal Tur Klub Inggris di Amerika...
OLAHRAGA

Mengenal Tur Klub Inggris di Amerika Selatan, Awal Mula Sepak Bola Berkembang

By Redaksi Kabayan News • 4 min read • 31 Juli 2026
Dokumentasi pertandingan klub Inggris melawan tim Amerika Selatan pada era 1920-an dengan kostum tradisional

Dokumentasi pertandingan klub Inggris melawan tim Amerika Selatan pada era 1920-an dengan kostum tradisional

Perjalanan klub-klub sepak bola Inggris ke Amerika Selatan pada awal abad ke-20 menjadi salah satu babak penting dalam sejarah penyebaran olahraga paling populer di dunia. Mulai dari Southampton F.C. pada 1904 hingga Chelsea F.C. pada 1929, para klub raksasa dari negeri asal sepak bola ini berperan besar dalam memperkenalkan dan mengembangkan permainan di benua Amerika Selatan, demikian dikutip dari laporan sejarah sepak bola dunia.

Sepak bola dan olahraga asal Inggris lainnya seperti rugby mulai populer di Argentina dan Uruguay pada era tersebut. Asosiasi sepak bola setempat sengaja mendatangkan tim asing untuk mendorong minat dan meningkatkan kualitas permainan di tengah masyarakat. Argentina bahkan tercatat sebagai negara pertama di luar Kepulauan Inggris yang memiliki liga sepak bola profesional sejak 1891.

Tim-tim Inggris dianggap sebagai yang terbaik di dunia pada masa itu. Kehadiran mereka menjadi inspirasi bagi pendirian klub-klub di Argentina dan Uruguay, tak lepas dari peran imigran asal Inggris yang bekerja di perusahaan kereta api. Klub-klub seperti CURCC di Uruguay, serta Belgrano A.C., Rosario A.C., Alumni, dan Quilmes di Argentina adalah contoh nyata dari pengaruh imigran Inggris terhadap perkembangan sepak bola di kawasan tersebut.

Southampton menjadi klub asing pertama yang bertandang ke Amerika Selatan pada 1904 dan menyapu bersih semua pertandingan dengan mencetak 40 gol. Setahun kemudian, Nottingham Forest menyusul dan menarik perhatian 10.000 penonton di Buenos Aires saat menghadapi Alumni. Ini menjadi bukti tingginya antusiasme publik Argentina melihat kekuatan tim-tim yang secara teknis dianggap lebih unggul.

Kekalahan pertama tim Inggris di tangan klub Amerika Selatan terjadi saat Alumni mengalahkan tim Afrika Selatan yang mayoritas pemainnya berasal dari Inggris dengan skor 1-0 pada 1906. Media setempat, La Nación, menyebut kemenangan ini sebagai "kemenangan besar yang akan dikenang sepanjang masa dan menjadi contoh serta stimulus untuk masa depan". Surat kabar berbahasa Inggris The Standard bahkan menyebutnya sebagai kemenangan gemilang yang menjanjikan bagi sepak bola Argentina.

Corinthian F.C. dari London menjadi klub Inggris pertama yang melakukan tur ke Brasil pada 1910. Mereka memainkan sepuluh pertandingan di Rio de Janeiro dan São Paulo. Kunjungan ini menginspirasi sekelompok pekerja kereta api untuk mendirikan klub yang diberi nama sesuai dengan tim Inggris tersebut, lahirlah Sport Club Corinthians pada September 1910. Corinthians bahkan kembali ke Brasil pada 1913, menjadi satu-satunya tim Inggris yang melakukan tur ke Amerika Selatan sebanyak dua kali.

Exeter City mencatat sejarah sebagai tim Inggris pertama yang bermain di luar Argentina dan Uruguay saat mereka menjangkau Brasil pada 1914. Mereka memainkan serangkaian laga persahabatan di Rio de Janeiro dan menjadi lawan pertama tim nasional Brasil pada 21 Juli 1914. Namun, surat kabar Argentina justru mengecam penampilan Exeter dengan menyebut mereka sebagai tim profesional paling biasa saja yang pernah dikirim Asosiasi Sepak Bola Inggris.

Plymouth Argyle mencuri perhatian dengan mengalahkan tim nasional Uruguay 4-0 pada 1924, hanya enam tahun sebelum Uruguay menjadi juara dunia pertama. Mereka juga menaklukkan Argentina 1-0. Pertandingan melawan Boca Juniors pada 9 Juli 1924 menjadi salah satu momen paling kontroversial. Suporter Boca yang merayakan gol di lapangan sempat menghentikan pertandingan, dan saat wasit memberi penalti untuk Argyle, pemain Moses Russell justru memaksa diri mengambil tendangan dan mencetak gol, memicu invasi lapangan yang berujung pada penghentian pertandingan.

Chelsea F.C. menjadi klub Inggris terakhir yang melakukan tur ke Amerika Selatan pada 1929. Dari 16 pertandingan selama tiga bulan, Chelsea hanya meraih lima kemenangan dan menelan delapan kekalahan. Ini menunjukkan peningkatan kualitas tim-tim Amerika Selatan yang disebut sebagai "master sejati dalam permainan taktis" oleh ketua Chelsea, Kirby. Namun, para pemain Chelsea juga mengeluhkan permainan kasar dan suasana penuh kekerasan dari suporter di Argentina.

Sebuah dampak lain dari tur ini adalah beberapa pemain Inggris yang kemudian bertahan dan menjadi pelatih di Amerika Selatan. Walter Bull dari Tottenham Hotspur pergi ke Argentina, John Harley ke Uruguay dan meninggal di sana pada 1959, sementara John Hamilton menjadi pelatih profesional pertama di Brasil pada 1907. Tur selama 25 tahun ini bukan sekadar perjalanan olahraga, tetapi merupakan fondasi bagi perkembangan sepak bola modern di kawasan Amerika Selatan.

Topics
tur klub inggris sepak bola amerika selatan sejarah sepak bola southampton chelsea corinthian plymouth argyle argentina uruguay brasil
Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi Kabayan News adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terlengkap. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas.