Teknologi pengenal wajah secara langsung diusulkan untuk membantu mencegah kericuhan sepak bola di Skotlandia menyusul insiden kekacauan yang terjadi pada laga Old Firm Scottish Cup quarter-final antara Rangers melawan Celtic pada Maret lalu.
Craig Naylor selaku Kepala Inspektur Kontrasepsi di Skotlandia menyatakan bahwa teknologi modern tersebut bersama penggunaan drone dengan pengamanan yang tepat dapat mengurangi ancaman dari kelompok kriminal terorganisir, pelaku kekerasan, serta individu yang dilarang hadir ke stadion.
Dalam laporan tahunannya, Naylor menyebutkan bahwa kericuhan yang melibatkan penerobosan lapangan, penyerangan, hingga penggunaan suar merupakan momen penting yang tidak bisa terus ditoleransi demi keselamatan publik di area pertandingan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeIa menambahkan bahwa pembatasan jumlah penonton, penerapan larangan stadion dengan sanksi lebih tegas, serta pemanfaatan teknologi pengenal wajah harus dieksplorasi secara serius oleh klub, badan pengelola, hingga pihak kepolisian.
Tanggapan Kepolisian dan Pemerintah Terkait Teknologi Baru
Insiden pada Maret lalu dinilai terjadi akibat kegagalan perencanaan dan komunikasi yang memadai, sehingga membutuhkan pendekatan yang lebih terpadu serta berbasis intelijen untuk mengelola pertandingan berisiko tinggi di masa mendatang.
Asisten Kepala Kepolisian Skotlandia Tim Mairs menyatakan bahwa institusinya memiliki kewajiban untuk memanfaatkan teknologi baru guna melindungi komunitas serta mendukung investigasi dan identifikasi secara transparan.
Pihak Kepolisian Skotlandia saat ini masih mempertimbangkan langkah lanjutan terkait penggunaan teknologi pengenal wajah setelah merilis strategi biometrik yang menyoroti perlunya pengawasan serta kepatuhan terhadap hak asasi manusia.
Sementara itu, juru bicara Pemerintah Skotlandia menegaskan bahwa penerapan teknologi baru sepenuhnya merupakan ranah operasional kepala kepolisian dengan tetap mematuhi undang-undang perlindungan data yang berlaku.
Pemerintah juga berkomitmen memperkenalkan undang-undang guna memperkuat sanksi larangan menonton pertandingan bagi suporter yang terbukti melakukan pelanggaran seperti penyalahgunaan suar dan pelemparan benda ke lapangan.