Presiden FIFA Gianni Infantino kini menghadapi tekanan hebat untuk segera meletakkan jabatannya menyusul kontroversi besar terkait rencana penjualan saham turnamen Piala Dunia kepada pihak ekuitas swasta.
Berdasarkan laporan media internasional, skandal tersebut memicu kemarahan luas dari berbagai tokoh sepak bola dunia serta asosiasi sepak bola nasional yang menilai tindakan itu sebagai bentuk pengkhianatan terhadap kepentingan olahraga.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMeski telah menyampaikan permohonan maaf secara setengah hati usai melakukan pertemuan krisis di Rabat, Infantino dikabarkan tetap bersikeras mempertahankan posisinya di tengah gelombang kritik tajam.
Pengamatan awak media memperlihatkan bahwa perpecahan di tubuh sepak bola global mulai terjadi setelah sejumlah federasi negara memberikan dukungan kepada sang presiden, sementara pihak Eropa justru menunjukkan perlawanan keras.
"Langkah ini mencederai integritas tata kelola sepak bola dunia yang seharusnya dilindungi," demikian pandangan yang mengemuka dari berbagai kalangan pengamat olahraga menanggapi krisis kepemimpinan di tubuh federasi tertinggi tersebut.
Jika polemik internal ini tidak segera diselesaikan melalui pengunduran diri ataupun pemilihan ulang, masa depan kompetisi sepak bola internasional dikhawatirkan akan terjerumus ke dalam krisis yang lebih mendalam.