Berdasarkan laporan media, KH Nurul Huda Djazuli berhasil menjadi anggota Ahlul Halli Wal Aqdi atau AHWA Pengurus Besar Nahdlatul Ulama dengan perolehan suara terbanyak dalam Muktamar ke-35 NU. Ulama kharismatik tersebut sukses meraup 485 suara atau setara dengan 10,31 persen dari total pemilih dalam forum tertinggi organisasi Islam tersebut.
Sebagaimana diwartakan, tokoh sepuh yang akrab disapa kiai sepuh ini merupakan pengasuh tertinggi di Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Kediri, Jawa Timur. Ia meneruskan kepemimpinan pesantren tersebut dari ayah tercintanya, KH Djazuli Utsman, yang dikenal sebagai salah satu ulama besar pendiri lembaga pendidikan Islam berpengaruh di Jawa Timur.
Mengutip informasi dari berbagai sumber, KH Nurul Huda Djazuli juga memegang sejumlah posisi strategis di struktur keagamaan. Selain memimpin pesantren, ia tercatat aktif sebagai Mustasyar Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur sekaligus duduk sebagai salah satu Rais Syuriah PBNU untuk memberikan arahan spiritual.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeLahir sebagai anak keempat dari pasangan KH Djazuli Utsman dan Nyai Hj Rodliyah, ia tumbuh di tengah keluarga besar ulama yang sarat akan nilai-nilai pesantren. Dari pernikahan dan keturunannya, ia memiliki seorang putra yang juga cukup populer di kalangan nahdliyin, yakni KH Muhammad Abdurrahman Al Kautsar atau yang lebih dikenal sebagai Gus Kautsar.
Peran sentral KH Nurul Huda Djazuli dalam struktur AHWA pada Muktamar kali ini menegaskan pengaruh besar para kiai sepuh dalam mengawal arah kebijakan organisasi. Kepemimpinan serta ketokohannya terus menjadi panutan bagi para santri maupun jajaran pengurus Nahdlatul Ulama di berbagai tingkatan.