Wacana pembongkaran Teras Cihampelas di Kota Bandung kini terus bergulir dan memasuki babak baru. Area pedestrian melayang atau skywalk tersebut tengah menunggu proses pelimpahan aset dari Pemerintah Kota Bandung ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebelum usulan pembongkaran direalisasikan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Di tengah rencana tersebut, kondisi di Teras Cihampelas mengalami perubahan signifikan. Akses masyarakat menuju kawasan ikonik itu kini mulai dibatasi, sehingga pengunjung hanya bisa mendatangi beberapa area tertentu saja.
Berdasarkan pantauan di lokasi pada Rabu (22/7/2026), hampir seluruh akses tangga menuju Teras Cihampelas telah diblokir. Pengoperasian tangga-tangga yang biasa digunakan warga kini ditutup rapat menggunakan lembaran seng.
Praktis, saat ini hanya ada dua titik akses tangga yang masih dibuka untuk publik. Kedua titik tersebut berlokasi tepat di depan Fave Hotel Cihampelas serta di depan Indomaret dekat Ciwalk Mall Bandung.
Pembatasan juga berlaku di area atas Teras Cihampelas yang memisahkan segmen 1 dan segmen 2. Segmen yang dihuni para pedagang kaki lima (PKL) kuliner masih dapat diakses bebas oleh pengunjung.
Sementara itu, area segmen lainnya telah diblokir menggunakan deretan kios PKL. Segmen yang ditutup ini mencakup empat ruang publik utama, yaitu zona fashion show, circuit race, galeri sejarah Cihampelas, hingga area outdoor class dan drone.
Menurut keterangan warga setempat, penutupan akses ini sudah berlangsung selama beberapa bulan. Langkah pembatasan sengaja dilakukan guna mencegah maraknya tindakan negatif akibat kawasan yang makin sepi.
"Udah berbulan-bulan, a, ditutup. Soalnya suka dipakai pacaran terus, makanya ditutup yang di sana mah," kata Roni, salah seorang warga sekitar.
Sejak sepi pengunjung, Teras Cihampelas memang kerap dilanda masalah keamanan. Berbagai insiden sempat terjadi di lokasi tersebut, mulai dari aksi pencurian lampu penerangan jalan hingga tindakan tidak senonoh yang sempat viral di media sosial.
Warga berharap pemerintah memberikan solusi terbaik terkait nasib Teras Cihampelas demi membangkitkan kembali perekonomian lokal.
"Kita mah ikut aja, mau dibongkar atau direvitalisasi itu mah pemerintah yang punya kewenangannya. Tapi mudah-mudahan, setelah itu kejadian, perekonomian terutama pedagang di sini bisa lebih membaik lagi lah," ujar Roni.