Sebagaimana diwartakan, Universitas Diponegoro (Undip) bergerak cepat merespons musibah gempa bumi tektonik bermagnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Rektor Undip, Suharnomo, secara resmi memberangkatkan tim tanggap bencana dari Kampus Undip Tembalang untuk membantu penanganan darurat bagi masyarakat terdampak.
Mengutip laporan media, pengiriman tim yang tergabung dalam Diponegoro Disaster Assistance Response Team (D-DART) ini bertujuan untuk melihat langsung kebutuhan di lapangan sekaligus memberikan dukungan optimal pada masa awal pascabencana di Flores. Pada tahap pertama, Undip mengerahkan 5 hingga 8 personel lintas fakultas.
Berdasarkan laporan, personel yang diberangkatkan terdiri atas tenaga ahli dari Fakultas Kedokteran, Fakultas Psikologi, Fakultas Ekonomika dan Bisnis, serta Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Mereka membawa misi pelayanan kesehatan, kaji cepat, penyaluran obat-obatan, hingga pendampingan psikososial.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeRektor Undip, Suharnomo, menyatakan bahwa personel yang dikirim telah disesuaikan dengan kebutuhan mendesak di lokasi bencana. "Kami melepas Tim Darurat Bencana Undip untuk membantu saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur. Ada dokter, tenaga kesehatan, tim psikologi, dan unsur lain yang akan bekerja bersama," ujarnya sebagaimana dikutip dari laporan.
Setibanya di wilayah NTT, D-DART dijadwalkan melakukan koordinasi awal di Kupang sebelum bergerak ke Nagekeo, Maumere, serta Manggarai. Wakil Rektor IV Undip, Wijayanto, menambahkan bahwa pengiriman relawan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi akses, potensi gempa susulan, dan luasnya area terdampak.
Dalam menjalankan misi kemanusiaan tersebut, tim D-DART berkoordinasi erat dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTT, organisasi profesi, jejaring perguruan tinggi, serta para alumni Undip agar distribusi bantuan dapat tepat sasaran.