Sebagaimana diwartakan oleh RRI.co.id, gempa bumi berkekuatan besar yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) ternyata turut memberikan dampak psikologis dan finansial bagi para perantau. Ribuan mahasiswa asal NTT yang saat ini tengah menempuh pendidikan tinggi di Kota Surabaya dilaporkan mengalami kesulitan akibat terganggunya kondisi ekonomi keluarga di kampung halaman.
Menanggapi situasi darurat tersebut, DPC PDI Perjuangan (PDIP) Kota Surabaya bergerak cepat dengan menggalang aksi kemanusiaan. Bantuan berupa ratusan paket sembako disalurkan secara langsung bekerja sama dengan Forum Komunikasi Pemuda NTT (FKP NTT) Surabaya, di bawah komando Ketua DPC PDIP Surabaya yang juga menjabat sebagai Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji.
Berdasarkan laporan yang dihimpun, bantuan logistik ini merupakan murni hasil semangat gotong royong dari para kader PDIP Surabaya. Dalam keterangannya, Armuji menjelaskan bahwa kepedulian ini perlu segera diberikan mengingat banyak keluarga mahasiswa di wilayah NTT yang mengalami kerusakan infrastruktur, pemadaman listrik, hingga terhambatnya jalur komunikasi.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe"Kami melihat banyak keluarga mahasiswa di NTT yang terdampak gempa. Komunikasi terhambat, listrik padam, aktivitas ekonomi juga terganggu. Karena itu kami berinisiatif bergotong royong mengumpulkan bantuan sembako untuk meringankan beban adik-adik mahasiswa yang sedang kuliah di Surabaya," ujar Armuji.
Selain menyerahkan bantuan bahan pokok secara simbolis, DPC PDIP Surabaya juga mengambil langkah proaktif dengan mendirikan posko komunikasi khusus. Posko tersebut berlokasi di kantor partai kawasan Jalan Stail Surabaya dan dipersiapkan bagi mahasiswa NTT yang memerlukan ruang pengaduan maupun dukungan logistik selama situasi di daerah asal belum pulih total.
Sebagai seorang kepala daerah sekaligus pimpinan partai, Armuji menegaskan komitmennya untuk melindungi dan mengayomi para pelajar perantauan. Menurutnya, sudah menjadi kewajiban bersama untuk memastikan kelangsungan studi para generasi muda yang datang jauh dari tanah kelahiran mereka.
"Sebagai kepala daerah dan Ketua DPC PDIP Surabaya, saya merasa bertanggung jawab terhadap adik-adik yang datang jauh dari NTT untuk menempuh pendidikan di Surabaya. Jika ada kebutuhan atau kesulitan, silakan berkomunikasi dengan kami," tegas Armuji.
Lebih lanjut, Armuji mengungkapkan bahwa aksi sosial ini juga merupakan bentuk implementasi langsung dari instruksi tingkat pusat. Instruksi tersebut secara khusus ditekankan oleh Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri agar seluruh kader senantiasa hadir membantu masyarakat yang sedang dilanda musibah bencana alam.
"Kegiatan ini merupakan tindak lanjut intruksi Ketua Umum PDI Perjuangan Ibu Megawati supaya membantu korban gempa NTT," imbuh Armuji sembari memastikan koordinasi terus berjalan.
Sementara itu, Sekretaris Wilayah Forum Pemuda NTT, Filmon Lai, membeberkan bahwa kondisi di sejumlah wilayah Flores dan sekitarnya masih belum sepenuhnya stabil menyusul gempa utama berkekuatan 7,7 magnitudo. Rentetan gempa susulan membuat situasi di sana masih rawan dan memicu kelumpuhan aktivitas harian.
Dampak ikutan dari bencana tersebut langsung dirasakan oleh para mahasiswa di Surabaya. Terputusnya jaringan telekomunikasi dan padamnya aliran listrik membuat proses pengiriman uang saku maupun biaya kuliah dari orang tua menjadi mandek, padahal tenggat waktu pengisian Kartu Rencana Studi (KRS) semakin dekat.
"Banyak mahasiswa yang orang tuanya terdampak langsung. Komunikasi masih putus-sambung karena listrik padam. Otomatis pengiriman biaya kuliah dan kebutuhan hidup juga terganggu, apalagi sekarang mendekati masa pengisian KRS untuk semester baru," tutur Filmon.
Pihak Forum Pemuda NTT menyampaikan apresiasi yang mendalam atas respons cepat yang ditunjukkan oleh DPC PDIP Surabaya. Bantuan yang disalurkan dinilai tidak hanya meringankan beban perut, melainkan juga memberikan penguatan mental bagi para mahasiswa perantauan di tengah kecemasan.
"Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Armuji dan DPC PDIP Surabaya yang hadir dan memikirkan kondisi mahasiswa NTT. Ini bukan hanya bantuan materi, tetapi juga dukungan moral bagi kami," ungkap Filmon penuh syukur.
Ke depan, pihak Forum Pemuda NTT berharap agar perhatian terhadap para mahasiswa terdampak bencana ini dapat diperluas, termasuk melalui kebijakan insentif atau keringanan biaya pendidikan dari instansi terkait. Di sisi lain, Armuji turut mengajak seluruh masyarakat luas di Surabaya untuk terus memanjatkan doa serta menunjukkan solidaritas bagi warga NTT agar masa pemulihan dapat berjalan dengan lancar.