Gempa bumi yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur mendorong para mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Universitas Ahmad Dahlan untuk mengambil langkah cepat di luar rencana awal. Sebagaimana diwartakan, para mahasiswa yang tergabung dalam KKN AB Periode XIII tersebut langsung terjun menyisir pemukiman warga terdampak di Kabupaten Manggarai Barat.
Berdasarkan laporan di lapangan, aksi kemanusiaan ini dilakukan bersama Pemerintah Desa Cunca Wulang, Kecamatan Mbeliling, sejak pertengahan Agustus 2026. Mahasiswa tidak hanya mendata kerusakan rumah warga, tetapi juga melakukan asesmen terhadap fasilitas umum termasuk rumah ibadah seperti masjid dan gereja.
Seluruh data akurat yang berhasil dihimpun kemudian diserahkan dan dikoordinasikan langsung dengan Muhammadiyah Disaster Management Center Kabupaten Manggarai Barat. Langkah taktis ini bertujuan untuk memetakan kebutuhan mendesak para korban, mulai dari logistik hingga pemulihan psikologis.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeKetua Koordinator KKN AB XIII UAD, M. Farel Naufalino, menjelaskan bahwa situasi darurat di lokasi bencana menuntut fleksibilitas tinggi dari timnya. Menurutnya, keselamatan dan kebutuhan mental warga menjadi fokus utama yang harus diutamakan di tengah situasi sulit.
"Perubahan dan penyesuaian program kerja tematik yang telah kami susun secara matang sebelum penerjunan merupakan suatu keharusan," ujar Farel sebagaimana dikutip dari laporan media.
Farel menambahkan, meskipun misi utama bergeser ke arah penanganan bencana, program kerja individu maupun tematik lainnya tetap akan berjalan. Pelaksanaannya disesuaikan secara fleksibel mengikuti dinamika serta progres pemulihan di desa tersebut.
Sementara itu, apresiasi tinggi datang dari Kepala Desa Cunca Wulang, Pius Suparjo Sadu, atas kehadiran para mahasiswa di wilayahnya. Kehadiran akademisi muda ini dinilai sangat membantu percepatan pelaporan data kerusakan ke tingkat kabupaten secara terstruktur.
Kolaborasi erat antara mahasiswa KKN UAD, pemerintah desa, dan lembaga kebencanaan kini menjadi tumpuan penting dalam mempercepat proses pemulihan warga. Aksi nyata ini membuktikan bahwa peran perguruan tinggi hadir secara langsung di tengah masyarakat saat menghadapi situasi darurat.