Berdasarkan laporan media, insiden lepasnya seekor orang utan bernama Didi dari kandang pamer atau exhibit di Solo Safari pada Selasa (18/8/2026) lalu menuai sorotan publik. Kejadian tersebut mendorong pihak manajemen untuk langsung melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengamanan.
Sebagaimana diwartakan, General Manager Solo Safari, Miyana Harikna, menegaskan bahwa seluruh prosedur operasional standar atau SOP pengamanan telah berjalan dengan normal sebelum maupun sesudah insiden tersebut terjadi.
Menurut penjelasan pihak pengelola, keluarnya satwa primata tersebut murni disebabkan oleh tingkah laku alamiah dan kecerdasan tinggi yang dimiliki oleh orang utan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe"Saat ini kita tetap mengikuti SOP yang berlaku, karena memang setiap hari kami bekerja berdasarkan SOP tersebut. Terkait kejadian kemarin, memang sekali lagi itu murni karena tingkah laku alamiahnya orang utan," terang Miyana saat ditemui di Solo Safari, Rabu (19/8/2026).
Miyana menambahkan bahwa seluruh kandang di tempat wisata tersebut didesain semirip mungkin dengan habitat aslinya agar satwa merasa nyaman, sementara pada malam hari mereka dipindahkan ke kandang khusus istirahat atau holding.
Sementara itu, Kurator Satwa Solo Safari, Muhammad Nurhudayanto atau yang akrab disapa Tanto, membeberkan fakta unik di balik aksi Didi. Didi disebut sangat cerdas hingga mampu memanfaatkan benda-benda alam di sekitarnya untuk memengaruhi sistem keamanan kandang.
"Kebetulan dia itu pintar menyembunyikan sesuatu. Dia tahu kalau tidak boleh bawa batu, makanya kadang batunya digali dan dimasukkan ke dalam tanah agar kita tidak tahu. Begitu juga dengan ranting pohon," ungkap Tanto menjelaskan trik yang digunakan satwa tersebut.
Ranting pohon yang dikubur dan kemudian dikeluarkan itu rupanya dimanfaatkan untuk meredam aliran listrik atau grounding pada pagar pembatas exhibit.
Menanggapi celah tersebut, manajemen memastikan bahwa evaluasi pengamanan dan pemeriksaan barang-barang enrichment atau pengayaan lingkungan satwa kini dilakukan secara lebih ketat setiap harinya.
Pihak Solo Safari berharap langkah antisipasi ini dapat mencegah terulangnya kejadian serupa sekaligus menjaga keamanan pengunjung maupun kenyamanan satwa di dalam area konservasi.