Duta Besar Amerika Serikat untuk Israel Mike Huckabee melontarkan kritik pedas dengan menyebut sekelompok pemukim Israel yang mendirikan pos terdepan ilegal di halaman rumah warga Palestina di Qusra sebagai teroris. Berdasarkan laporan Jewish Telegraphic Agency, ketegangan memuncak di wilayah Tepi Barat setelah para pemukim tersebut menutup akses serta merusak jaringan utilitas yang mencakup saluran listrik dan pipa air milik keluarga Palestina.
Tindakan tegas Dubes AS tersebut menunjukkan tingkat kekhawatiran mendalam Washington terhadap eskalasi radikalisme yang dapat mengguncang stabilitas politik kawasan serta hubungan diplomatik bilateral. Melalui pernyataan di media sosial, pengamatan Kabayan News mencatat bahwa Huckabee menegaskan pasukan pertahanan Israel bergerak atas permintaan Kedutaan Besar AS untuk membongkar bangunan liar tersebut.
Pemimpin Dewan Regional Binyamin Yisrael Ganz turut mengecam keras tindakan anarkis yang dilakukan segelintir kelompok minoritas tersebut. "Peristiwa di Qusra sangat serius dan tidak mencerminkan nilai maupun cara kami bertindak," ujarnya sebagaimana dilaporkan Jewish Telegraphic Agency, seraya menegaskan bahwa tidak ada justifikasi apapun untuk melakukan kekerasan terhadap warga sipil yang tidak terlibat.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMeskipun struktur bangunan liar tersebut telah dibongkar oleh aparat keamanan Israel, situasi di lapangan masih menyisakan ketegangan bagi warga setempat. Perwakilan desa Marmar Odeh menyatakan warga tetap bertahan di kediaman masing-masing di tengah pengamanan militer yang ketat guna mengantisipasi potensi gangguan lanjutan di kawasan tersebut.