Kementerian Pertanian menggelar Rapat Koordinasi Perunggasan di Pusat Veteriner Farma (Pusvetma) Surabaya guna memperkuat perlindungan bagi jutaan peternak di tanah air, sebagaimana diwartakan oleh RRI.
Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional, Amran Sulaiman, menegaskan bahwa pemerintah bergerak cepat merespons aspirasi peternak demi menjaga keberlangsungan usaha di sektor perunggasan.
Dalam keterangannya, Amran menyatakan, "Kemarin kami lihat, sampai jam 3 subuh tadi, kami membahas bagaimana nasib peternak kita. Alhamdulillah hari ini sepakat. Harga pakan dari SPFP, dari Blok, kita lanjutkan sampai akhir tahun."
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribePemerintah juga memastikan stabilitas harga telur dengan mengoptimalkan penyerapan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), di mana frekuensi penyerapan yang sebelumnya sekali sepekan ditingkatkan menjadi dua hingga tiga kali.
Terkait pengawasan tata niaga, Amran memberikan peringatan keras kepada para pelaku usaha dan importir agar tidak memanfaatkan situasi untuk meraup keuntungan berlebihan.
Menurut Amran, "Jangan ada bermain-main, kami pasti cabut izinnya." Kebijakan tegas ini diambil untuk melindungi sekitar 3,8 juta peternak rakyat yang menggantungkan hidupnya di sektor perunggasan.
Sementara itu, Ketua Koperasi Peternak Unggas Sejahtera Kendal, Suwardi, mengungkapkan apresiasinya sekaligus berharap implementasi penyerapan telur lokal melalui program pemerintah dapat berjalan optimal untuk mengatasi kelebihan pasokan di kandang.
Berdasarkan laporan media, langkah cepat pemerintah melalui koordinasi intensif di Surabaya ini diharapkan mampu memberikan kepastian harga pakan serta kestabilan pasar bagi para peternak di berbagai daerah.