Aktivitas sekadar menjelajahi peta satelit di Google Maps ternyata bisa membuahkan penemuan ilmiah yang spektakuler. Seorang astronom amatir asal Kanada, Joël Lapointe, berhasil menemukan sebuah kawah meteorit purba yang diperkirakan berusia 390 juta tahun saat sedang merencanakan rute mendaki gunung.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Temuan ini bermula ketika Lapointe melihat adanya lekukan melingkar yang aneh di wilayah Québec dengan diameter mencapai 15,5 mil. Rasa penasaran tersebut mendorongnya untuk berkonsultasi dengan para ahli sains guna memastikan bentuk geologis misterius yang ia lihat dari layar komputernya.
Dugaan Lapointe akhirnya terbukti secara ilmiah setelah pakar geologi planet dari Western University, Gordon Osinski, melakukan survei lapangan ke lokasi tersebut. Di sana, tim peneliti menemukan batuan lelehan dampak dan shatter cones, yaitu formasi batuan khas yang terbentuk akibat benturan keras meteorit.
Lapointe mengaku sangat gembira atas penemuan yang berawal dari keisengan tersebut. "Bukan setiap hari seorang warga biasa menemukan kawah berusia 390 juta tahun. Saya mendorong semua orang untuk tidak mengabaikan intuisi atau pengamatan, meskipun itu bukan bidang keahlian Anda," ungkapnya saat diwawancarai Radio Canada.
Hasil temuan bersejarah yang menghebohkan komunitas sains ini rencananya akan dipresentasikan secara resmi pada gelaran 88th Annual Meteoritical Society Meeting yang berlangsung di Jerman. Peristiwa ini menjadi bukti nyata bahwa teknologi pemetaan digital dapat membawa dampak besar bagi penemuan geologis masa kini.