Dinamika politik global kembali memanas dalam 24 jam terakhir yang diwarnai oleh serangkaian peristiwa besar di berbagai belahan dunia. Dari pantauan redaksi, perhatian publik internasional tertuju pada ketegangan geopolitik di Timur Tengah, respons politik pejabat New York terhadap isu kejahatan perang, hingga skandal politik yang mencoreng pemerintahan Singapura.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Wali Kota New York City, Zohran Mamdani, baru-baru ini menyampaikan pengakuan bahwa Pemerintah Kota New York tidak memiliki kewenangan hukum secara independen untuk menangkap Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Meskipun demikian, Mamdani dengan tegas mengaitkan nama pimpinan Israel tersebut dengan sebutan penjahat perang sesuai keputusan Pengadilan Kriminal Internasional (ICC). "Seperti yang telah saya katakan, saya setuju dengan ICC bahwa Benjamin Netanyahu harus ditangkap dan diadili atas kejahatannya, seperti halnya siapa pun yang didakwa oleh ICC," ujar Mamdani melalui sebuah unggahan video.
Menurut penjelasan Mamdani, pihaknya telah melakukan peninjauan hukum secara mendalam untuk melihat potensi penegakan surat perintah ICC di wilayah New York City. Namun, batasan hukum membatasi langkah tersebut sehingga dirinya meminta pemerintah federal Amerika Serikat untuk turun tangan. "Pemerintahan saya telah meninjau setiap jalur yang tersedia berdasarkan hukum yang berlaku. Jelas bahwa kami tidak memiliki kewenangan hukum secara independen, namun pemerintah federal memilikinya dan saya menyerukan mereka untuk melaksanakan surat perintah tersebut," lanjutnya.
Sementara itu dari kancah konflik Timur Tengah, eskalasi militer antara Amerika Serikat dan Iran dilaporkan terus meningkat. Berdasarkan pengamatan tim redaksi, Amerika Serikat kembali meluncurkan serangan udara ke kawasan Teheran yang langsung direspons oleh sistem pertahanan udara setempat. Sebagai balasan, pihak Iran melancarkan serangan rudal balasan ke kawasan perbatasan Yordania dan Israel yang memicu sinyal bahaya di beberapa negara kawasan seperti Bahrain dan Arab Saudi.
Di Asia Tenggara, dunia politik Singapura diguncang oleh pengunduran diri Faishal Ibrahim dari posisinya sebagai Pelaksana Tugas Menteri Urusan Muslim. Langkah mendadak ini diambil setelah interaksinya dengan seorang wanita menjadi perbincangan hangat publik dan memicu proses penyelidikan oleh pihak kepolisian setempat.