Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Jawa Timur kembali menggelar ajang tahunan Festival Seni Pertunjukan sebagai ruang ekspresi kreatif bagi para seniman dan budayawan lokal.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berbeda dari tahun sebelumnya yang mengusung kisah Panji, festival kali ini mengangkat tema Garudeya Mahambara. Cerita klasik Garudeya ini diketahui terpahat di sejumlah candi di Jawa Timur, salah satunya Candi Kidal di Kabupaten Malang.
Kepala BPK Jatim Endah Budi Heryani menjelaskan bahwa kisah Garudeya dipilih karena kaya akan nilai-nilai luhur kehidupan, seperti bakti kepada orang tua, jiwa kepahlawanan, hingga semangat melindungi sesama.
"Garudeya merupakan cerita yang penuh nilai-nilai kehidupan. Itulah yang ingin kami angkat melalui festival tahun ini," ujar Endah Budi Heryani saat ditemui di Gedung Cak Durasim, Kota Surabaya, Rabu (22/7/2026).
Kisah klasik tersebut juga memiliki sejarah penting bagi bangsa Indonesia. Legenda Garudeya diyakini menjadi salah satu sumber inspirasi Presiden Soekarno saat menetapkan burung Garuda sebagai lambang negara.
Sebanyak 10 kelompok seni terbaik hasil kurasi ketat sejak Maret 2026 tampil membawakan karya terbaik mereka. Peserta yang berasal dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Timur ini menyuguhkan pertunjukan yang kental akan nilai estetika budaya.
Selain menjadi panggung kompetisi, acara ini berfungsi sebagai wadah pembinaan. Para peserta mendapat masukan langsung dari dewan juri ahli untuk meningkatkan kualitas seni pertunjukan mereka di masa depan.
Sebagai bentuk apresiasi lanjutan, BPK Jawa Timur berencana memboyong lima kelompok seni terbaik untuk tampil kembali dalam beragam agenda kebudayaan pada Agustus mendatang.