Ribuan pendukung Timnas Argentina memadati jalanan untuk menyambut kedatangan skuad "La Albiceleste" yang kembali tanpa sang kapten ikonik, Lionel Messi. Tim asuhan Lionel Scaloni tersebut harus puas menjadi runner-up usai menelan kekalahan tipis dari Spanyol dalam laga final Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Amerika Serikat.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) mengonfirmasi bahwa tidak semua anggota skuad ikut dalam penerbangan pulang ke tanah air. Sosok Lionel Messi beserta beberapa pilar penting lainnya tidak terlihat turun dari pesawat dalam siaran langsung televisi lokal.
Pelatih Lionel Scaloni beserta rombongan tim yang tersisa disambut dengan Karpet Merah di luar pesawat serta iringan musik dari korps musik militer. Kedatangan mereka disambut penuh penghormatan atas perjuangan mencapai partai puncak turnamen bergengsi tersebut.
Meski cuaca dingin dan hujan gerimis mengguyur, ribuan suporter tetap bertahan di luar kompleks latihan AFA yang berlokasi dekat dengan Bandara Internasional Ezeiza. Para fans tampak membentangkan bendera nasional serta menggunakan payung berwarna biru-putih demi memberikan apresiasi kepada para pemain.
Penyambutan ini memang tidak semeriah empat tahun lalu ketika jutaan orang turun ke jalan merayakan gelar juara Piala Dunia 2022. Kendati demikian, publik Argentina tetap memilih hadir untuk menyampaikan rasa terima kasih atas kerja keras seluruh elemen tim.
Argentina gagal mempertahankan gelar juara dunia usai kalah 0-1 dari Spanyol dalam pertandingan final yang diwarnai banyak pelanggaran serta tensi tinggi dari kedua tim.
"Saya pikir mereka mengkritik kami karena kami tahu bagaimana rasanya menderita, kami bangkit, jatuh lagi, dan terus melangkah," ujar seorang pendukung bernama Ledezma.
Banyak fans menganggap kemenangan 2-1 atas Inggris di babak semifinal sebagai momen paling krusial dan emosional. Laga tersebut sarat akan tensi sejarah terkait perselisihan kedaulatan Kepulauan Falkland antara kedua negara.
"Tim ini menyatukan kita semua dan kita harus bersyukur untuk itu. Kami akan selalu ada untuk mereka, baik saat hujan maupun panas. Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Messi karena dia telah memberikan segalanya," kata Leonardo Barrientos, seorang pekerja konveksi berusia 36 tahun.
Meskipun diselimuti kekecewaan, ribuan warga Argentina sempat memadati Monumen Obelisco di Buenos Aires untuk merayakan keberhasilan tim mencapai final. Pesta yang diwarnai kembang api tersebut berlangsung selama beberapa jam pada Minggu malam.
Sayangnya, bentrokan singkat sempat pecah di sekitar kawasan monumen pada larut malam. Pihak kepolisian terpaksa menyemprotkan meriam air, gas air mata, dan peluru karet untuk membiarkan kerumunan massa, yang berujung pada penangkapan 15 orang.