Krisis air melanda Desa Sugiharjo, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati, menyusul kebocoran pada bendungan karet yang krusial bagi irigasi wilayah tersebut. Dampak dari kebocoran ini telah dirasakan warga selama tiga pekan terakhir, memicu kekeringan yang melumpuhkan berbagai sektor ekonomi lokal.
Sebagaimana dilaporkan Tribun Jateng, sektor pariwisata menjadi salah satu yang paling terdampak langsung. Operasional wisata susur perahu di Sungai Silugonggo, yang dikenal dengan nama Silugonggo Bestari, terpaksa berhenti total. Dua perahu wisata milik pengelola setempat terpaksa menganggur selama sebulan karena debit air sungai yang menyusut drastis.
Tidak hanya sektor wisata, nasib ratusan hektare lahan pertanian kini berada di ujung tanduk. Menurut Plt Sekretaris Desa Sugiharjo, Kaswanto, sawah di Dukuh Gilis dan Dusun Garas sangat bergantung pada sistem pompanisasi dari Sungai Silugonggo. Namun, saat ini air sungai sudah tidak lagi dapat disedot karena permukaan air yang terlalu rendah.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeKaswanto mengungkapkan kekhawatirannya akan ancaman gagal panen yang nyata bagi para petani. "Kalau dua minggu lagi tidak ada air, ini nanti bisa dipastikan gagal panen karena air sudah tidak bisa disedot dengan pompa," tegasnya.
Para petani saat ini berada dalam posisi sulit karena tanaman padi mereka yang berusia 35 hingga 45 hari masih membutuhkan pasokan air setidaknya selama 25 hari ke depan. Harapan warga kini tertuju pada kebijakan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) untuk mempercepat pembukaan pintu air dari Waduk Kedung Ombo yang dijadwalkan baru akan dibuka pada September mendatang.