OpenAI resmi meluncurkan ChatGPT for Teens untuk pengguna di bawah usia 18 tahun dengan aturan tegas yang melarang chatbot kecerdasan buatan tersebut berpura-pura memiliki perasaan atau kesadaran manusia. Berdasarkan analisis PCWorld, kebijakan baru ini dirancang untuk mencegah kebingungan dan bahaya psikologis akibat interaksi emosional palsu antara pengguna muda dan sistem berbasis probabilitas tersebut.
Banyak kritikus menilai chatbot konvensional sering menggunakan kata ganti orang pertama dan bahasa hiperbolik yang mengaburkan batas antara alat digital dan manusia. Pengamat teknologi Ben mencatat bahwa penggunaan kalimat seperti "kami adalah tim yang hebat" menyembunyikan fakta bahwa AI hanyalah mesin prediksi teks yang memproses miliaran halaman data.
Dalam versi remaja ini, OpenAI menyematkan berbagai fitur perlindungan termasuk pemblokiran topik sensitif seperti tindakan menyakiti diri sendiri dan gangguan makan. Sistem baru tersebut juga dilengkapi Study Mode guna membantu pelajar memahami konsep pelajaran secara mendalam tanpa sekadar memberikan jawaban instan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeKebijakan ini muncul di tengah berbagai tuntutan hukum global yang menyoroti risiko psikologis chatbot terhadap anak-anak dan remaja. Perusahaan pengembang teknologi kini dituntut lebih transparan dalam memastikan bahwa interaksi kecerdasan buatan tetap berfungsi sebagai alat bantu kerja dan belajar yang objektif.
Melalui pembaruan sistem ini, OpenAI berharap interaksi digital anak muda tetap berada dalam koridor yang sehat dan rasional. Pendekatan tegas tanpa kesan manusiawi ini diharapkan dapat diadopsi oleh pengembang platform kecerdasan buatan lainnya demi keselamatan pengguna di masa depan.