Proses evakuasi korban dari tempat kejadian perkara (TKP) ledakan di perumahan mewah Grand Polonia Medan, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan, Sumatera Utara, masih terus berlangsung hingga Selasa (21/7) sore. Insiden tragis yang terjadi pada Senin (20/7) sore tersebut hingga kini mencatatkan sebanyak tujuh orang korban.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Dari total tujuh korban tersebut, empat orang dinyatakan selamat, satu orang ditemukan meninggal dunia, dan dua korban lainnya hingga saat ini masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Medan, Hery Marantika, mengungkapkan identitas empat korban selamat, yakni seorang balita bernama Jeavelin (2), warga bernama Hasan, seorang sopir, serta seorang kurir yang identitasnya belum diketahui.
Sementara itu, korban meninggal dunia teridentifikasi bernama Jesika, yang merupakan istri dari pemilik rumah. Jasad Jesika ditemukan petugas dalam kondisi tertimbun reruntuhan bangunan rumah bertingkat tiga yang hancur tersebut.
Dua korban yang masih belum ditemukan hingga kini adalah Ros yang bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART) dan Sinta yang merupakan pengasuh anak (baby sitter). Tim SAR terus berupaya membongkar puing-puing bangunan demi menemukan keduanya.
"Tim SAR gabungan terus berpacu dengan waktu melakukan operasi pencarian terhadap dua korban yang masih tertimbun reruntuhan bangunan usai ledakan," kata Hery pada Selasa (21/7).
Hery memastikan seluruh personel akan berupaya maksimal untuk menemukan kedua korban yang hilang dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan seluruh petugas di lapangan selama proses evakuasi berlangsung.
"Tim SAR Gabungan saat ini terus melakukan pencarian secara intensif dengan metode yang disesuaikan dengan kondisi reruntuhan bangunan. Pencarian juga dibantu tiga unit excavator dan satu unit crane untuk membuka akses menuju titik pencarian korban," jelasnya.
Seperti diketahui, ledakan besar melanda rumah nomor 3B Perumahan Grand Polonia pada Senin (20/7/2026) sekitar pukul 15.30 WIB. Dahsyatnya getaran dan tekanan ledakan membuat rumah bertingkat tiga itu runtuh dan mengalami kerusakan parah.
Tak hanya menghancurkan bangunan utama, reruntuhan juga menimpa tiga unit mobil yang terparkir tepat di depan rumah. Sejumlah bangunan di sisi kiri, kanan, dan depan lokasi juga terkena dampak gelombang ledakan tersebut.
Meskipun pihak kepolisian dan tim ahli masih terus melakukan penyelidikan mendalam mengenai penyebab pasti insiden, investigasi awal mengarah pada dugaan kuat adanya kebocoran gas dari jaringan pipa bawah tanah di area rumah.