Jumlah korban jiwa akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,1 yang mengguncang wilayah Kumamoto, Jepang, terus bertambah hingga mencapai 35 orang. Tim penyelamat yang dibantu anjing pelacak dikerahkan untuk melakukan penyisiran terakhir di sejumlah lokasi parah, termasuk pusat perbelanjaan yang hancur akibat ledakan setelah gempa utama.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Juru bicara pemerintah Minoru Kihara menyatakan bahwa proses pencarian di beberapa titik reruntuhan bangunan telah dihentikan setelah seluruh korban ditemukan. Selain menimbulkan korban jiwa, gempa dahsyat ini juga memicu kerusakan infrastruktur yang luas, memutus aliran listrik bagi ribuan rumah, serta mengganggu pasokan air bersih di tengah suhu udara yang sangat panas.
Di tengah krisis kemanusiaan tersebut, bencana ini turut memukul sektor industri manufaktur di wilayah yang dikenal sebagai lembah silikon Jepang. Sejumlah pabrik komponen otomotif dan semikonduktor terpaksa menghentikan kegiatan operasional mereka untuk sementara waktu demi keamanan dan keselamatan pekerja.
Raksasa otomotif Toyota memutuskan untuk menghentikan produksi di beberapa pabriknya hingga awal Agustus mendatang akibat kendala pasokan suku cadang dari wilayah terdampak. Perusahaan komponen Denso dan produsen cip semikonduktor Renesas juga melaporkan adanya penundaan produksi dan kerusakan fasilitas yang memerlukan waktu perbaikan secara bertahap.
Meskipun demikian, tidak semua kabar yang datang bernada kelam di tengah musibah ini. Sebanyak 25 ekor kucing dari sebuah kafe hewan di dalam mal yang terdampak berhasil dievakuasi dengan selamat ke Hiroshima, memberikan sedikit kelegaan di tengah duka mendalam yang menyelimuti warga setempat.