Pusat data AI terbukti mendongkrak harga properti di sekitar lokasi pembangunan fasilitas penunjang teknologi tersebut. Berdasarkan laporan George Mason University Center for Regional Analysis, rumah terletak dekat pusat data justru mempunyai nilai jual lebih tinggi daripada hunian berada di tempat lain.
Pengamatan Kabayan News menunjukkan bahwa kenaikan harga properti ini tidak terjadi secara kebetulan. Wilayah pemilihan lokasi pusat data biasanya sudah memiliki infrastruktur matang, akses transportasi memadai, serta pasar kerja menjanjikan.
Di balik lonjakan harga tersebut, sentimen publik terhadap keberadaan fasilitas teknologi raksasa ini cenderung negatif. Sebagaimana dilaporkan Emerson College, sebagian besar pemilih di Amerika Serikat menolak pembangunan pusat data di dekat lingkungan tempat tinggal mereka.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeWarga sekitar kerap mengeluhkan peningkatan kemacetan lalu lintas, polusi suara, hingga lonjakan tagihan utilitas air dan listrik. Berdasarkan data industri, fasilitas milik Amazon bahkan menghabiskan miliaran galon air dalam kurun waktu satu tahun operasional.
Penjual rumah mungkin diuntungkan oleh kenaikan nilai aset, namun calon pembeli sering kali berpikir ulang sebelum memutuskan bertransaksi. Mengutip penjelasan agen real estat, rumah berdekatan dengan kawasan industri cenderung membutuhkan waktu lebih lama untuk terjual.
Kompetisi lahan antara pengembang perumahan dan korporasi teknologi juga semakin ketat dalam memperebutkan wilayah strategis. Analisis Kabayan News menyimpulkan bahwa kehadiran pusat data membawa dilema tersendiri bagi masa depan pasar perumahan lokal.