Atase Kejaksaan KBRI Bangkok, Olivia Sembiring, kembali mengharumkan institusi penegak hukum Indonesia setelah menerima penghargaan bergengsi Outstanding Legal Diplomatic Officer in Transnational Crime Protection and International Legal Cooperation pada ajang CNN Indonesia Leading Women Awards 2026.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan laporan yang dihimpun, ajang yang mengusung tema Empowered Women, Empowering The Nation ini memberikan apresiasi khusus kepada perempuan tangguh di berbagai sektor strategis. Olivia menerima penghargaan secara langsung dari Presiden Direktur CNN Indonesia, Titin Rosmasari, atas kontribusinya yang luar biasa dalam menangani kompleksitas kejahatan lintas negara di luar negeri.
Mengutip laporan dari tim redaksi, kiprah Olivia di kancah internasional tidak terbentuk secara instan melainkan melalui rekam jejak karier yang panjang dan penuh prestasi di Korps Adhyaksa. Lulusan Universitas Sumatra Utara dan Universitas Indonesia ini mengawali langkahnya sebagai jaksa sejak tahun 2006 dan pernah menduduki berbagai posisi strategis, termasuk sebagai anggota Satuan Tugas Anti-Terorisme serta penyidik di Komisi Pemberantasan Korupsi.
Dalam menjalankan tugasnya di Thailand, Olivia konsisten memberikan pendampingan hukum serta berkoordinasi erat dengan otoritas setempat guna memastikan hak-hak WNI terlindungi dengan baik. "Pekerjaan sebagai jaksa adalah pekerjaan yang mulia, karena perempuan bisa berkontribusi dengan bekerja, terutama posisi saya sekarang sebagai atase Kejaksaan di Bangkok," tutur Olivia usai menerima penghargaan tersebut.
Selain Olivia Sembiring, apresiasi serupa juga diraih oleh dua srikandi hukum lainnya yaitu Kepala Kejaksaan Negeri Purwakarta Apsari Dewi serta Atase Kejaksaan KBRI Singapura Mahayu Dian Suryandari. Analisis awak media menilai bahwa pencapaian ketiga jaksa perempuan ini membuktikan ketangguhan, integritas, dan keberanian kaum perempuan dalam menghadapi tantangan berat di dunia penegakan hukum global.