Dalam dunia sastra dan komunikasi, literary device atau perangkat sastra merupakan strategi penggunaan bahasa yang sengaja dipilih oleh seorang penulis atau pembicara untuk mencapai tujuan tertentu. Tujuan utama dari penggunaan teknik ini adalah untuk memandu perhatian audiens, membuat isi tulisan lebih berkesan, hingga membangkitkan respons emosional maupun estetik.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Sejarah penggunaan perangkat sastra telah berkembang sejak era renaisans, di mana para cendekiawan mulai mengklasifikasikan berbagai bentuk gaya bahasa. Para retorikus mencatat bahwa terdapat ratusan cara mengekspresikan kata-kata dalam arti non-literal guna memberikan kedalaman makna pada sebuah karya.
Berbagai teknik ini dikategorikan ke dalam beberapa sub-bagian, seperti perangkat naratif, puitis, argumentatif, hingga skema linguistik. Masing-masing memiliki peran unik dalam memperkaya penyampaian pesan, baik melalui permainan suara, struktur kalimat, maupun pilihan diksi yang tepat.
Bahasa figuratif atau kiasan juga menjadi salah satu elemen penting dalam literary device, di mana metafora, metonimi, sinekdoki, dan ironi sering disebut sebagai bentuk utama yang kerap digunakan dalam wacana sehari-hari. Penggunaan ironi, baik verbal, situasional, maupun dramatis, turut memberikan kejutan serta daya tarik tersendiri bagi pembaca.
Pemilihan diksi dan struktur kalimat yang bervariasi memungkinkan seorang penulis untuk menyampaikan emosi serta nada tertentu dengan lebih efektif. Melalui penguasaan perangkat sastra yang matang, sebuah karya tulis dapat hidup dan menyampaikan pesan secara mendalam kepada para pembimbinya.