Kabayan News Kabayan News
/home / berita / Doa Terlilit Utang dan Amalan Agar...
BERITA

Doa Terlilit Utang dan Amalan Agar Melunasi dengan Mudah

Ilustrasi seorang Muslim berdoa memohon kelancaran rezeki dan pelunasan utang

Ilustrasi seorang Muslim berdoa memohon kelancaran rezeki dan pelunasan utang

Dalam ajaran Islam, utang merupakan sebuah amanah yang wajib ditunaikan dan harus dikembalikan kepada pemiliknya sesuai dengan kesepakatan yang telah dibuat. Berdasarkan pantauan redaksi, banyak masyarakat yang masih mengabaikan pentingnya perkara ini, padahal setiap Muslim dianjurkan untuk tidak berutang kecuali dalam keadaan yang benar-benar mendesak serta wajib berikhtiar melunasinya tepat waktu.

Menurut penjelasan Kementerian Agama, berdasarkan kaidah fiqh muamalah, utang adalah hak milik orang lain yang wajib dikembalikan kepada pemiliknya. Dari hasil pengamatan tim redaksi terhadap literatur fikih, Rasulullah SAW sendiri pernah memberikan teladan dengan berutang hanya untuk kebutuhan umat yang mendesak, dan beliau selalu melunasinya tepat waktu tanpa menunda-nunda.

Dalam sebuah hadis dari Aisyah r.a. dikatakan, "Rasulullah membeli makanan dari seorang Yahudi secara berhutang dan beliau menggadaikan baju besinya." Hadis riwayat Bukhari dan Muslim ini menunjukkan bahwa apa yang dicontohkan Rasulullah SAW bermakna bahwa berutang adalah opsi terakhir ketika tidak ada lagi jalan keluar yang halal.

Bagi setiap orang yang memiliki kewajiban ini, melunasi utang adalah hal yang tidak bisa ditawar. Menurut hadis dari Abu Hurairah r.a., Rasulullah SAW pernah bersabda, "Jiwa seorang mukmin terkatung-katung karena utangnya sampai utangnya dilunasi." Ketegasan hadis riwayat At-Tirmidzi nomor 1079 ini menjadi pengingat penting bagi umat Islam mengenai beratnya beban utang di akhirat.

Berdasarkan informasi resmi dari laman Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), terdapat doa yang dapat diamalkan ketika seseorang sedang terlilit utang. Doa pertama bertujuan agar diberikan kekuatan menghadapi lilitan tersebut, yakni: "Allahumma inni a‘ūdzu bika minal-hammi wal-ḥazan, wal-‘ajzi wal-kasal, wal-jubni wal-bukhl, wa ḍala‘id-dayni wa ghalabatir-rijāl." Arti dari hadis riwayat Abu Dawud nomor 1541 ini adalah permohonan perlindungan dari kesusahan, kesedihan, kelemahan, kemalasan, sifat pengecut, kikir, lilitan utang, dan tekanan orang lain.

Selain itu, terdapat doa khusus agar dilapangkan rezeki untuk membayar tanggungan, yang berbunyi: "Allahumma akfini bihalālika ‘an harāmika, wa aghnini bifaḍlika ‘amman siwāka." Berdasarkan hadis riwayat Tirmidzi nomor 3563, doa ini memiliki arti, "Ya Allah, cukupkanlah aku dengan rezeki-Mu yang halal agar terhindar dari yang haram, dan kayakanlah aku dengan karunia-Mu agar tidak bergantung kepada selain-Mu."

Dari pantauan redaksi, dalam Islam rezeki tidak hanya diperoleh melalui kerja keras fisik, melainkan juga dengan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Untuk melancarkan rezeki, seorang Muslim dianjurkan melakukan amalan-amalan seperti memperbanyak istighfar, sedekah, menjaga shalat fardhu, mendirikan shalat tahajud dan dhuha, mempererat silaturahmi, hingga senantiasa bertawakal secara maksimal.

// TOPICS
#melunasi_utang #terlilit_utang #doa_islam #amalan_rezeki #fikih_muamalah #baznas
Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi Kabayan News adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terlengkap. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas.