Kiper andalan Timnas Inggris, Jordan Pickford, memastikan bahwa skuad The Three Lions telah melakukan persiapan matang jika laga krusial melawan RD Kongo harus ditentukan melalui drama adu penalti. Pertandingan babak 32 besar Piala Dunia 2026 ini dijadwalkan berlangsung di Stadion Mercedes-Benz, Atlanta, Amerika Serikat.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan pengamatan tim redaksi, potensi terjadinya babak tos-tosan di fase gugur kali ini sangat tinggi, mengingat ketatnya persaingan yang sudah menyingkirkan beberapa tim besar. Terbukti, sejauh babak gugur berjalan, sudah ada dua pertandingan yang harus diselesaikan lewat adu penalti, yaitu kemenangan Maroko atas Belanda dan Paraguay yang berhasil menyingkirkan Jerman.
Menyikapi skenario tersebut, Jordan Pickford menegaskan bahwa seluruh pemain besutan Thomas Tuchel tidak ingin kecolongan. "Anda harus siap untuk segalanya. Apa pun bisa terjadi. Bagi kami sebagai Inggris, tentu kami ingin menang dalam 90 menit. Tetapi jika harus 120 menit atau adu penalti, kami siap. Kami telah menjalani semua latihan dan siap menghadapi pertandingan," ujar Pickford seperti dikutip dari ESPN.
Langkah Inggris di turnamen ini diprediksi tidak akan mudah karena berada di sisi bagan yang cukup krusial. Menurut analisis dari pengamat sepak bola Hamid Anwar dalam podcast Super Taktik Tribunnews, Inggris berada di jalur fase gugur yang paling berat karena berpotensi menghadapi raksasa Amerika Selatan jika terus melaju.
"Negara Eropa yang paling sial menurut saya Inggris. Di bagan itu, seandainya pun mereka lolos, mereka akan bertemu Brasil. Setelah ketemu Brasil mereka akan bertemu Argentina," ungkap Hamid Anwar saat memberikan pandangannya terkait peta persaingan di turnamen akbar tersebut.
Dari pantauan redaksi, Inggris sebenarnya memiliki modal rekam jejak yang mentereng bersama Pickford di bawah mistar gawang. Sejauh ini, Inggris tercatat telah menjalani 11 kali adu penalti di turnamen mayor seperti Piala Dunia, Piala Eropa, dan UEFA Nations League, dengan mengemas empat kemenangan di antaranya. Pelatih Thomas Tuchel juga dikabarkan telah menetapkan urutan algojo penendang guna mengantisipasi segala kemungkinan di lapangan.