Kabayan News Kabayan News
/home / berita / Ekspor Minyak Iran Melonjak 40 Juta...
BERITA

Ekspor Minyak Iran Melonjak 40 Juta Barel Pasca-Blokade AS

Kapal tanker minyak melintasi Selat Hormuz pasca-pencabutan blokade ekonomi Iran oleh Amerika Serikat

Kapal tanker minyak melintasi Selat Hormuz pasca-pencabutan blokade ekonomi Iran oleh Amerika Serikat

Ekspor minyak Iran dilaporkan mengalami lonjakan drastis pasca-pencabutan blokade laut oleh Amerika Serikat (AS) pada Juni 2026. Dari pantauan redaksi, perkembangan ini menandai babak baru dalam dinamika geopolitik di kawasan Selat Hormuz yang sebelumnya sempat menegang akibat konflik bersenjata kedua negara.

Berdasarkan pernyataan Kepala negosiator Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, negaranya sempat sama sekali tidak dapat mengekspor minyak akibat blokade ketat AS terhadap pelabuhan-pelabuhannya. Ketegangan hebat tersebut sempat mencekik hampir seluruh jalur ekspor komoditas energi melalui Selat Hormuz, yang dalam kondisi damai menjadi jalur bagi 20 persen perdagangan minyak mentah dunia.

Menurut data yang dihimpun tim redaksi, intervensi militer Washington memuncak pada April 2026 lalu ketika pasukan AS memerintahkan sedikitnya 33 kapal tanker untuk berbalik arah atau kembali ke pelabuhan asal. Tindakan tegas tersebut merupakan bagian dari strategi blokade angkatan laut berskala penuh yang diterapkan Washington terhadap pelabuhan-pelabuhan strategis Iran.

Namun, situasi berbalik pasca-pencabutan blokade. "Sejak hari blokade dicabut hingga hari ini, kami telah mengekspor lebih dari 40 juta barel minyak," kata Mohammad Bagher Ghalibaf dalam sebuah wawancara khusus di televisi pemerintah pada Selasa (30/6/2026) sebagaimana dikutip dari Al Arabiya.

Mohammad Bagher Ghalibaf menambahkan bahwa kondisi tersebut berbanding terbalik dengan periode krisis sebelumnya. Menurutnya, "Sebaliknya, selama 50 hingga hampir 60 hari sebelumnya, kami benar-benar tidak mampu mengekspor bahkan satu barel minyak pun."

Meskipun ekspor energi mulai pulih, situasi keamanan di jalur perairan tersebut terpantau masih sangat fluktuatif. Berdasarkan pengamatan tim redaksi, pihak Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengeluarkan peringatan keras bagi setiap kapal yang melakukan penyeberangan di Selat Hormuz tanpa izin khusus, menegaskan bahwa kapal yang melanggar aturan akan ditindak tegas.

Di sisi lain, Teheran menyatakan tetap membuka pintu negosiasi diplomatik dengan Washington meskipun kesiapan militer terus disiagakan. "Kami sedang mengupayakan dialog, tetapi jika dialog tersebut tidak diimplementasikan, kami juga siap untuk perang dan akan merespons sesuai dengan itu," pungkas Ghalibaf saat delegasi kedua negara dijadwalkan melangsungkan diskusi terpisah di Doha.

// TOPICS
#iran #ekspor_minyak #amerika_serikat #selat_hormuz #mohammad_bagher_ghalibaf #blokade #geopolitik
Koresponden Internasional & Analis Global

Dewi membawa perspektif global untuk pembaca Kabayan News. Dengan pengalaman tinggal di Amerika Serikat, Inggris, dan Singapura, ia memahami dinamika geopolitik dan ekonomi dunia. Kini berbasis di Jakarta, ia meliput bagaimana isu global berdampak pada Indonesia, dengan fokus pada hubungan internasional, perdagangan global, dan isu-isu kemanusiaan.